BERITA

Karyawan Toko Sepeda Listrik Palembang Tewas Gantung Diri di Mess, Polisi Selidiki Penyebab

Oleh ARI ANSAYAH
👁 1 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

Gesahannusantara – Seorang karyawan toko sepeda listrik di Palembang ditemukan tewas tergantung di kamar mess lantai dua ruko tempat ia bekerja. Korban, bernama ADO, berusia 25 tahun dan berasal dari Taba Tembilang, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, meninggal pada malam Selasa (7 Juli 2026). Penemuan kematian ini memicu penyelidikan mendalam oleh kepolisian setempat.

Kejadian terjadi di Jalan Sapta Marga, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni. ADO bekerja di sebuah toko sepeda listrik yang terletak di ruko tersebut. Menurut saksi, ia tidak terlihat aktif sepanjang hari dan tidak masuk ke dalam toko ketika jam tutup. Rekan kerjanya, Andika, bersama beberapa karyawan lainnya memutuskan untuk mencari ADO di lantai dua ruko yang dijadikan mess karyawan. Saat memasuki kamar ADO, pintu terkunci dan tidak ada respons. Setelah membuka paksa pintu, mereka menemukan tubuh ADO tergantung di atas pintu kamar.

Setelah penemuan, para karyawan segera menghubungi layanan darurat 110 untuk meminta bantuan kepolisian. Personel Polsek Kalidoni, bersama Tim Inafis Polrestabes Palembang, segera datang ke lokasi kejadian. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar TK. Kapolsek Kalidoni, AKP Junardi, melalui IPDA Hendra Yuswoyo, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

Salah satu langkah awal penyelidikan adalah pemeriksaan visum di RS Bhayangkara Palembang. Keluarga korban menyampaikan keraguan terkait penyebab kematian ADO dan meminta dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kapolsek Junardi menyatakan bahwa hasil pemeriksaan visum masih dalam proses dan pihak kepolisian masih menunggu hasil akhir. “Saat ini penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam proses penyelidikan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” kata Junardi.

Polsek Kalidoni terus memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk memastikan penyebab kematian. Selain itu, mereka juga meneliti kondisi psikologis ADO, faktor ekonomi, dan kemungkinan tekanan kerja yang mungkin mempengaruhi keputusan korban. Menurut beberapa saksi, ADO sering terlihat stres dan mengeluh tentang beban kerja. Namun, belum ada bukti konkret yang mengaitkan tekanan kerja dengan tindakan bunuh diri.

Kejadian ini menambah daftar tragis di Palembang yang melibatkan karyawan yang meninggal secara tidak wajar. Sebelumnya, beberapa kasus bunuh diri di lingkungan kerja telah menjadi sorotan publik. Pemerintah daerah dan lembaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat program kesehatan mental di tempat kerja, terutama di sektor kecil dan menengah.

Di tengah penyelidikan, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi atau rumor yang belum terverifikasi. “Kami menghimbau kepada publik untuk menunggu hasil investigasi resmi sebelum membuat kesimpulan,” ujar Kapolsek Junardi. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang adil dan transparan.

Sementara itu, keluarga ADO sedang menunggu kabar lebih lanjut mengenai penyebab kematiannya. Mereka berharap penyelidikan dapat segera memberikan jawaban yang jelas. Dalam proses ini, pihak kepolisian berjanji akan menyelesaikan penyelidikan secepat mungkin dan memberikan laporan lengkap kepada publik.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa kesehatan mental di tempat kerja harus menjadi perhatian serius. Pemerintah, pengusaha, dan pekerja perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung kesejahteraan mental. Semoga penyelidikan ini dapat memberikan kejelasan bagi keluarga dan masyarakat, serta mendorong langkah-langkah preventif yang lebih baik di masa depan.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar