BERITA

Saadiah Dorong Penyelesaian Bendungan Wae Ela Sebagai Solusi Banjir dan Sumber Air Bersih Kota Ambon

Oleh ARI ANSAYAH
👁 2 Views
💬 0 Komentar
4 Menit Baca

Gesahannusantara – Anggota DPR RI Saadiah Uluputty mengapresiasi perhatian Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), atas langkah sigap yang telah diambil untuk mengurangi risiko luapan Sungai Wae Ela ke permukiman warga saat musim hujan. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di kawasan tersebut telah memberikan rasa aman bagi masyarakat yang selama bertahun‑tahun hidup berdampingan dengan ancaman banjir pascabencana.

Saadiah menekankan bahwa penanganan jangka panjang masih harus diwujudkan melalui penyelesaian pembangunan Bendungan Wae Ela, yang hingga kini belum terealisasi setelah terhenti sejak bencana longsor lebih dari satu dekade lalu. Ia berharap penunjukan Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw sebagai Direktur Jenderal SDA oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjadi momentum baru untuk mempercepat penyelesaian proyek strategis tersebut.

“Saya mendorong Bapak Arnold Ritiauw sebagai Dirjen Sumber Daya Air untuk menyelesaikan pembangunan Bendungan Wae Ela yang sudah mandek selama 13 tahun pasca bencana. Kelanjutan pembangunan ini menjadi harapan masyarakat Maluku,” ujar Saadiah. Ia menambahkan bahwa Bendungan Wae Ela memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai pengendali banjir dan bencana, tetapi juga sebagai sumber penyediaan air baku bagi masyarakat Kota Ambon dan wilayah sekitarnya. Potensi air yang berasal langsung dari kawasan pegunungan dinilai mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dalam jangka panjang.

Di sisi lain, kawasan bendungan juga berpeluang dikembangkan menjadi destinasi wisata yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Dulu Bendungan Wae Ela pernah diwacanakan menjadi pusat penyediaan air bersih bagi masyarakat Kota Ambon. Kini kawasan itu juga menjadi tujuan wisata masyarakat Maluku dan sudah saatnya dikembangkan kembali oleh pemerintah,” jelasnya.

Selain percepatan pembangunan bendungan, Saadiah juga meminta pemerintah memprioritaskan normalisasi Sungai Wae Ela yang hingga kini masih tertutup material longsoran. “Pengerukan sedimen dan material batu yang menutup aliran Sungai Wae Ela juga perlu menjadi prioritas agar fungsi sungai dapat kembali optimal,” katanya. Ia menambahkan hasil kajian para ahli menunjukkan struktur tanah di kawasan Wae Ela membutuhkan waktu yang panjang untuk kembali stabil setelah bencana longsor besar yang menutup aliran sungai dan mata air.

Kini, setelah sekitar 13 tahun berlalu, kondisi geologis kawasan tersebut sudah semakin stabil sehingga menjadi momentum yang tepat untuk melanjutkan pembangunan bendungan. “Pasca bencana sudah memasuki 13 tahun. Artinya struktur tanah mulai kembali menguat dan ini menjadi waktu yang tepat bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan bendungan,” tambah Saadiah.

Saadiah juga mengingatkan bahwa penyelesaian proyek ini tidak hanya akan mengurangi risiko banjir, tetapi juga akan memperkuat ketahanan air bagi kota Ambon, yang sering mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau. Ia menegaskan bahwa proyek ini harus menjadi prioritas nasional, mengingat pentingnya sumber air bagi kehidupan sehari‑harinya serta potensi ekonomi yang dapat ditangkap melalui pengembangan pariwisata.

Dalam kesempatan yang sama, Saadiah mengingatkan bahwa selain pembangunan bendungan, pemerintah juga harus memperhatikan kebijakan yang mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat agar proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak.

Dengan dukungan penuh dari DPR, diharapkan proyek Bendungan Wae Ela dapat segera diselesaikan. Saadiah menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi risiko banjir dan kebutuhan air bersih. Ia berharap bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan SDA dapat segera menghasilkan bendungan yang berfungsi optimal, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal.

Penutup, Saadiah mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mewujudkan proyek ini, menegaskan bahwa keberhasilan proyek Bendungan Wae Ela akan menjadi tonggak penting bagi pembangunan berkelanjutan di Maluku. Ia menutup pidato dengan harapan bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan bendungan tersebut, sehingga masyarakat Maluku dapat menikmati keamanan banjir, pasokan air bersih, dan potensi ekonomi yang lebih baik di masa depan.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar