PALEMBANG – Kepala SMA Negeri 17 Palembang, Rozali, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh orang tua dan wali murid untuk bersinergi dengan pihak sekolah dalam mendukung proses adaptasi siswa baru yang akan menjalani pendidikan melalui sistem boarding school. Dukungan keluarga dinilai menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter dan kemandirian peserta didik.
Ajakan tersebut disampaikan Rozali saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7). Sebanyak 400 siswa baru mengikuti kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.
Dramatis! Argentina Comeback Kalahkan Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Menurut Rozali, kehidupan berasrama akan menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar siswa. Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya mengantar anak ke sekolah, tetapi juga memberikan motivasi agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Perubahan dari kehidupan di rumah menuju kehidupan berasrama tentu membutuhkan proses. Kami berharap orang tua terus memberikan semangat kepada anak-anak agar mereka betah, tidak mudah menyerah, dan mampu mengikuti seluruh aturan yang berlaku di sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama menjalani pendidikan di asrama, siswa akan dibiasakan hidup disiplin melalui jadwal kegiatan yang teratur, mulai dari bangun pagi, beribadah, mengikuti pembelajaran di kelas, pembinaan karakter, hingga belajar malam.
Menurutnya, pembiasaan tersebut bukan bertujuan membatasi kebebasan siswa, melainkan membentuk pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan mengatur waktu dengan baik.
“Tidak semua kebiasaan di rumah bisa diterapkan di asrama. Di sini anak-anak belajar hidup bersama, menghargai aturan, disiplin waktu, dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar,” jelas Rozali.
Untuk mendukung kenyamanan peserta didik, SMAN 17 Palembang telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari asrama, dapur, hingga tenaga pembina yang bertugas selama 24 jam. Sekolah juga menerima sekitar 40 siswa dari luar Kota Palembang untuk masuk lebih awal ke asrama agar mereka dapat beradaptasi sebelum kegiatan belajar dimulai.
Selain pengenalan lingkungan sekolah, selama MPLS siswa juga mendapatkan berbagai materi mengenai budaya sekolah, tata tertib, wawasan kebangsaan, pola hidup sehat, hingga pembinaan kedisiplinan yang melibatkan sejumlah instansi, termasuk kepolisian dan instruktur JASDAM.
Rozali menegaskan, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga.
“Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan orang tua. Ketika sekolah dan keluarga memiliki tujuan yang sama, proses pembentukan karakter anak akan berjalan lebih maksimal. Harapan kami, setelah menjalani pendidikan berasrama selama satu tahun, siswa SMAN 17 Palembang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, tangguh, dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.

0 Komentar