BERITA

SMKN 6 Palembang Libatkan Orang Tua Bangun Karakter Siswa, Cegah Tawuran hingga Perundungan Sejak MPLS

Oleh Deva
👁 5 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

PALEMBANG, gesahannusantara.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 6 Palembang tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya menjadi ajang adaptasi bagi peserta didik baru, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui sinergi tersebut, sekolah berharap para siswa terhindar dari berbagai perilaku negatif, seperti tawuran, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan media digital.

Sebanyak 564 peserta didik baru mengikuti MPLS yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026. Selama lima hari, siswa diperkenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, pembiasaan positif, serta berbagai materi yang bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab sejak awal memasuki dunia pendidikan di SMKN 6 Palembang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 6 Palembang, Sri Haryani, M.Pd., mengatakan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan oleh sekolah sendiri. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor penting agar nilai-nilai yang ditanamkan selama MPLS dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“MPLS bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Kami ingin mereka menjadi pribadi yang disiplin, saling menghargai, tidak melakukan bullying, bijak menggunakan media sosial, dan mampu menjaga nama baik sekolah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan MPLS, sekolah juga memberikan pemahaman mengenai implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai pedoman pembentukan karakter peserta didik. Siswa diajak membangun kebiasaan hidup disiplin, gemar berolahraga, menghormati guru dan teman, menjaga etika, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua.

Tak hanya itu, SMKN 6 Palembang menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan yang memberikan penyuluhan bertema “Keadaban dan Keamanan Digital serta Dampak Negatif Game dan Judi Online”. Melalui materi tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai etika bermedia sosial, risiko penyalahgunaan teknologi, serta konsekuensi hukum dari aktivitas digital yang melanggar aturan.

Selain pembinaan karakter, peserta didik baru juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah menyalurkan bakat, minat, sekaligus membangun jiwa kepemimpinan, kerja sama, dan rasa tanggung jawab. Demonstrasi ekstrakurikuler seperti Paskibra, Pramuka, pencak silat, dan organisasi lainnya mendapat antusiasme tinggi dari para siswa.

Sri Haryani berharap semangat yang ditunjukkan para peserta didik selama MPLS dapat terus berlanjut ketika mereka mulai mengikuti proses pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter dan perilaku yang ditunjukkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir kegiatan, ia mengajak seluruh orang tua untuk terus menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mendampingi perkembangan anak. Dengan pengawasan yang baik dari keluarga, diharapkan siswa mampu menghindari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

“Kami mengajak para orang tua untuk bersama-sama mengingatkan anak-anak agar tidak terlibat tawuran, tidak melakukan bullying, menjauhi pergaulan negatif, serta memanfaatkan waktu untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Jika sekolah dan orang tua berjalan bersama, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas,” tutup Sri Haryani.

(d/nva)

0 Komentar