SUMSEL

Pemuda ICMI Sumsel Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Mewujudkan Ketahanan Energi Nasional

Oleh Deva
👁 16 Views
💬 0 Komentar
4 Menit Baca

PALEMBANG, gesahannusantara.com – Ketahanan energi nasional tidak lagi menjadi isu yang hanya dibahas di kalangan pemerintah dan para pakar. Di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang, generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan gagasan sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya inovasi di sektor energi.

Semangat tersebut menjadi fokus dalam Diskusi Ketahanan Energi Nasional dalam Menghadapi Dinamika Geopolitik Global: Strategi Memperkuat Stabilitas Pemerintah Daerah yang diselenggarakan Pemuda ICMI Sumatera Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang di Rumah Dinas Tasik Wali Kota Palembang, Kamis (30/7/2026).

Forum tersebut menghadirkan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Unsur Pemangku Kepentingan Prof. Dr. Ir. Johni Jonathan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng. sebagai narasumber utama. Hadir pula Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Kemasyarakatan Sadrudin Hajar yang mewakili Wali Kota Palembang, perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Selatan, BINDA Sumsel, akademisi, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat.

Mewakili Wali Kota Palembang, Sadrudin Hajar mengapresiasi inisiatif Pemuda ICMI Sumsel yang menghadirkan ruang dialog antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Menurutnya, ketahanan energi membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar mampu melahirkan solusi yang aplikatif bagi daerah.

Ia menilai Kota Palembang memiliki peluang besar mengembangkan energi baru terbarukan, salah satunya melalui pemanfaatan sampah menjadi sumber energi.

“Persoalan sampah tidak hanya harus dipandang sebagai tantangan lingkungan, tetapi juga sebagai potensi yang dapat diolah menjadi energi baru terbarukan. Jika berhasil diwujudkan, manfaatnya akan dirasakan masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ketahanan energi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional Prof. Johni Jonathan Numberi menegaskan bahwa forum diskusi seperti ini memiliki arti penting karena menjadi jembatan penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan energi nasional.

Menurutnya, Dewan Energi Nasional yang diketuai langsung oleh Presiden Republik Indonesia memiliki tugas menyusun arah kebijakan energi nasional dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan terdapat tiga dokumen strategis yang menjadi fokus pemerintah, yaitu Kebijakan Energi Nasional (KEN), Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), dan Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Ketiga instrumen tersebut menjadi landasan dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia di masa depan.

Johni menambahkan, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya energi, mulai dari minyak bumi, gas alam, batubara hingga potensi energi baru terbarukan seperti tenaga surya, biomassa, angin, dan energi air.

Karena itu, pemerintah terus mempercepat transisi energi melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan dengan target bauran energi nasional mencapai 23 persen. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan program biodiesel B50 berbasis sawit serta mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai daerah.

Menurutnya, Sumatera Selatan memiliki posisi strategis karena tidak hanya memiliki cadangan batubara yang besar sebagai penopang kebutuhan energi nasional, tetapi juga menyimpan potensi energi baru terbarukan yang dapat terus dikembangkan.

“Kami berharap daerah dapat menyampaikan berbagai potensi energi yang dimiliki sehingga dapat menjadi bagian dari kebijakan nasional. Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda dan itu menjadi kekuatan Indonesia dalam membangun ketahanan energi,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Pemuda ICMI Sumatera Selatan, M. Nur Azis, S.T., mengatakan diskusi tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap meningkatnya perhatian masyarakat terhadap isu energi, termasuk peristiwa gangguan kelistrikan yang sempat terjadi di wilayah Sumatera.

Menurutnya, generasi muda perlu memperoleh pemahaman yang utuh mengenai arah kebijakan energi nasional agar mampu berkontribusi dalam melahirkan solusi bagi daerah.

Ia menilai salah satu potensi yang layak dikembangkan di Kota Palembang adalah pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah. Selain membantu mengurangi volume sampah perkotaan, teknologi tersebut juga dapat menjadi sumber energi alternatif yang berkelanjutan.

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya memahami persoalan energi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Melalui forum seperti ini diharapkan lahir berbagai gagasan yang dapat mendukung pembangunan energi nasional sekaligus menjawab kebutuhan daerah,” ujar Nur Azis.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta mengenai pengembangan energi baru terbarukan, peningkatan ketahanan energi daerah, hingga pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan organisasi kepemudaan dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

(d/nva)

0 Komentar