PENDIDIKAN

Budaya Menabung Dimulai dari Sekolah, Disdik Sumsel Perkuat Literasi Keuangan Sejak Dini

Oleh Deva
👁 2 Views
💬 0 Komentar
2 Menit Baca

BEKASI, gesahannusantara.com – Budaya menabung dan kecakapan mengelola keuangan sejak usia sekolah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. Upaya tersebut semakin diperkuat setelah Pemprov Sumsel meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik Tingkat Provinsi Tahun 2026 dalam ajang Financial Literacy Award 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondiaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., yang hadir mendampingi Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang dan Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Provinsi Sumsel Ratu Tenny Leriva, mengatakan pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kesadaran finansial generasi muda.

Menurutnya, literasi keuangan tidak cukup hanya mengenalkan siswa pada konsep uang dan menabung. Lebih dari itu, pendidikan finansial perlu diarahkan untuk membentuk kebiasaan dan karakter peserta didik agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.

“Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan mengelola uang, tetapi bagian penting dari pembentukan karakter generasi muda. Melalui pendidikan finansial sejak dini, kita mempersiapkan peserta didik agar cerdas secara akademik sekaligus bijak, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan,” ujar Mondiaboni.

Ia menilai sekolah memiliki posisi strategis karena menjadi lingkungan yang setiap hari berinteraksi dengan peserta didik. Karena itu, kebiasaan sederhana seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengelola uang secara bertanggung jawab perlu dikenalkan secara konsisten sejak dini.

“Budaya menabung dan pemahaman literasi keuangan harus terintegrasi dengan baik di lingkungan sekolah sebagai bekal masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Mondiaboni juga menekankan bahwa penguatan literasi keuangan tidak dapat dilakukan oleh dunia pendidikan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, lembaga keuangan, orang tua, serta berbagai pemangku kepentingan agar edukasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik.

Diraihnya penghargaan Financial Literacy Award 2026, lanjutnya, menjadi dorongan bagi Dinas Pendidikan Sumsel untuk meningkatkan inovasi dalam memberikan edukasi keuangan di sekolah.

“Keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel untuk terus bersinergi dengan pemerintah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Melalui penguatan budaya menabung dan literasi keuangan di satuan pendidikan, Disdik Sumsel berharap peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan, bersikap mandiri, serta mampu mempersiapkan masa depan secara lebih baik.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda Sumatera Selatan yang cerdas, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki daya saing.

0 Komentar