OLAHRAGA

Herman Deru Kunjungi Pabrik Tapioka Indralaya, Tekankan Penguatan Ekonomi Tanpa Bergantung APBN/APBD

Oleh ARI ANSAYAH
👁 3 Views
💬 0 Komentar
4 Menit Baca

Gesahannusantara – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, menutup rangkaian kunjungan kerjanya pada Kamis, 9 Juli 2026, dengan meninjau pabrik tapioka di kawasan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Selama sekitar tiga puluh menit, Herman Deru berkeliling pabrik untuk menyaksikan secara langsung proses produksi tepung tapioka yang berbahan baku ubi kayu.

Pada kunjungan tersebut, Herman Deru menekankan pentingnya mencari alternatif pembiayaan serta penguatan ekonomi di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. “Di tengah efisiensi, masih ada cara agar kita tidak selalu tergantung pada APBN ataupun APBD. Contohnya dari pabrik tapioka ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan yang belum terakomodasi, seperti penyediaan pakan ternak, dapat dipenuhi melalui pola kerja sama dengan berbagai pihak. “Ini bisa dikerjasamakan dengan pengusaha, akademisi, maupun peneliti. Sinergi ini yang akan membuat ekonomi kita jalan,” tegasnya. Herman Deru berharap model kerja sama seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga sektor industri di Sumatera Selatan semakin mandiri dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Kunjungan ke pabrik tapioka tidak hanya sekadar menilai proses produksi, tetapi juga menjadi ajang promosi program-program pembangunan ekonomi Sumatera Selatan. Herman Deru mengingatkan bahwa Sumatera Selatan telah meluncurkan berbagai inisiatif, seperti Program Pembangunan Ekonomi Mandiri (IKPM) Sumsel Yogyakarta, Sumsel Health Tourism, serta Program Pembangunan Lahan Pertanian (PLCLP) 2026 Pertamina. Ia juga menyoroti upaya mendorong generasi muda Sumsel menjadi pencipta lapangan kerja, serta keberhasilan kelapa Sumsel menembus pasar China hingga Thailand.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menegaskan bahwa pengembangan industri lokal harus disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia mengajak para pelaku industri, akademisi, dan peneliti untuk lebih aktif berkolaborasi dalam menciptakan inovasi dan solusi yang dapat meningkatkan produktivitas serta efisiensi. “Kita harus mampu memanfaatkan potensi lokal secara maksimal. Dengan sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan dunia akademik, kita dapat menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan,” kata Herman Deru.

Pabrik tapioka yang ditinjau oleh Herman Deru berada di kawasan industri Indralaya Utara, yang telah menjadi pusat produksi bahan makanan pokok di Sumatera Selatan. Tepung tapioka, yang dihasilkan dari ubi kayu, menjadi bahan baku penting bagi industri makanan dan minuman. Proses produksi di pabrik tersebut melibatkan tahap pemilahan, pengeringan, dan penggilingan ubi kayu menjadi tepung halus. Herman Deru menyatakan bahwa pabrik ini menjadi contoh industri yang dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Selain meninjau pabrik, Herman Deru juga mengunjungi beberapa fasilitas lain di Ogan Ilir, termasuk pusat pelatihan kerja dan kantor pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM). Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan, akses kredit, dan fasilitas infrastruktur sangat penting untuk memperkuat daya saing UKM. “Kita tidak boleh hanya mengandalkan bantuan finansial, tetapi juga harus memberikan pengetahuan dan keterampilan agar UKM dapat bersaing di pasar global,” tambahnya.

Kebijakan penguatan ekonomi tanpa bergantung pada APBN/APBD juga mencakup upaya diversifikasi sumber pendapatan daerah. Herman Deru menekankan pentingnya sektor pariwisata, khususnya pariwisata kesehatan, sebagai salah satu sumber pendapatan alternatif. Program Sumsel Health Tourism telah berhasil menarik wisatawan domestik dan internasional, meningkatkan penerimaan daerah, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Di tengah dinamika ekonomi global, Herman Deru menegaskan bahwa Sumatera Selatan harus tetap proaktif dalam menyesuaikan diri dengan perubahan pasar. Ia mengajak semua pihak untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jaringan distribusi. “Jika kita dapat memanfaatkan potensi lokal secara maksimal, kita tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Sumatera Selatan di kancah nasional dan internasional,” ujarnya.

Kunjungan Herman Deru ke pabrik tapioka di Indralaya Utara menjadi simbol komitmen pemerintah Sumatera Selatan terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan mandiri. Dengan menekankan pentingnya sinergi antara sektor swasta, akademisi, dan pemerintah, serta mengembangkan model kerja sama yang inovatif, diharapkan sektor industri di Sumatera Selatan dapat tumbuh lebih kuat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gesahannusantara – Dengan tekad kuat untuk memperkuat ekonomi daerah, Herman Deru menunjukkan bahwa Sumatera Selatan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan sumber daya lokal. Seiring dengan upaya diversifikasi pendapatan dan peningkatan kualitas produk, Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk menjadi daerah yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar