PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai muamalah sebagai fondasi membangun keluarga yang harmonis dan kehidupan sosial yang rukun saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Organisasi Perempuan Bidang Keagamaan melalui Kajian Tafsir Al-Qur’an bertema “Muamalah dengan Keluarga dan Sesama Manusia” di Gedung Perjuangan Wanita, Palembang, Jumat (31/7/2027).
Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang Perkuat Karakter Siswa melalui Taruna Bhakti Hari Ke-4
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumsel tersebut dihadiri Ketua BKOW Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Ketua Seksi Kebudayaan dan Bidang Keagamaan Bhayangkari Polda Sumsel Susi Gofar, narasumber Ustadz H. Ahmad Soleh Sakni, Lc., M.A., para perwakilan organisasi perempuan, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.
Ketua BKOW Provinsi Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia organisasi perempuan melalui penguatan pemahaman keagamaan.
“Atas nama BKOW Provinsi Sumsel, kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Tema muamalah sangat penting karena menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kajian ini memberikan pencerahan dan manfaat bagi seluruh peserta,” ujarnya.
Ia mengatakan, kajian tafsir Al-Qur’an tersebut akan menjadi program rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai wadah peningkatan kapasitas organisasi perempuan di Sumsel.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk pertama kalinya dan insyaallah akan dilaksanakan setiap bulan. Ke depan, kami berharap kapasitas ruangan dapat ditambah agar semakin banyak peserta yang dapat mengikuti kajian ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur Sumsel yang telah berkenan membuka kegiatan ini,” katanya.
Dalam sambutannya, Cik Ujang mengapresiasi komitmen BKOW Provinsi Sumsel dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan melalui penguatan pemahaman keagamaan.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen BKOW dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perempuan, khususnya dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Cik Ujang, Islam mengajarkan bahwa hubungan manusia tidak hanya dengan Allah SWT (hablum minallah), tetapi juga dengan sesama manusia (hablum minannas). Oleh karena itu, nilai-nilai muamalah harus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
“Muamalah menjadi pondasi penting dalam membangun keluarga yang harmonis, masyarakat yang rukun, serta kehidupan sosial yang penuh kasih sayang, kejujuran, saling menghormati, dan semangat gotong royong,” katanya.
Ia menegaskan perempuan memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter kuat. Karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya aspek muamalah, perlu terus diperkuat agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas perempuan melalui pendidikan, penguatan karakter, dan pemberdayaan organisasi perempuan sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Kami percaya perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang tangguh dan masyarakat yang semakin maju,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Cik Ujang berharap kajian tersebut menjadi sarana memperdalam ilmu, mempererat ukhuwah, serta memperkuat semangat mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap kajian ini menjadi sarana memperdalam ilmu, mempererat ukhuwah, serta memperkuat semangat mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, menambah ilmu yang bermanfaat, serta menjadikan kita semua pribadi yang senantiasa menjaga hubungan baik dengan keluarga, sesama manusia, dan semakin dekat kepada Allah SWT,” pungkasnya.

0 Komentar