PENDIDIKAN

SMKN 6 Palembang Cetak Juara Nasional, Pembinaan Berjenjang Antar Siswi Raih Emas dan Perak LKS 2026

Oleh Deva Update 2 hari yang lalu
👁 13 Views
💬 0 Komentar
5 Menit Baca

PALEMBANG, gesahannusantara.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan vokasi Sumatera Selatan. Dua siswi SMK Negeri 6 Palembang sukses mengharumkan nama Provinsi Sumsel setelah meraih medali emas dan perak pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 di bidang kecantikan.

Ainiyyah Lalita, siswi kelas XII, berhasil meraih medali emas sekaligus juara pertama pada cabang Beauty Therapy. Sementara rekannya, Ayu Andira, juga siswi kelas XII, meraih medali perak atau juara kedua pada cabang Hair Dressing. Raihan tersebut semakin mengukuhkan SMKN 6 Palembang sebagai salah satu sekolah vokasi yang konsisten melahirkan lulusan berprestasi dan siap bersaing di dunia industri.

Kepala SMKN 6 Palembang, Seriyani, S.Pd., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari sistem pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hasil persiapan dalam waktu singkat.

Menurutnya, kompetensi menjadi faktor utama yang harus dimiliki siswa SMK karena dunia usaha dan dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan, tetapi tenaga kerja yang benar-benar memiliki kemampuan yang teruji.

“Anak-anak SMK harus memiliki kompetensi yang luar biasa karena mitra-mitra industri ingin merekrut lulusan yang benar-benar siap kerja dan mampu membuktikan kemampuannya melalui hasil nyata. Alhamdulillah, setiap tahun siswa kami selalu memberikan kontribusi besar terhadap prestasi Sumatera Selatan di tingkat nasional. Tahun ini kembali berhasil meraih medali emas dan perak,” ujar Seriyani.

Ia menuturkan, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga bagi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, orang tua, dan seluruh masyarakat.

Seriyani juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang terus memberikan dukungan kepada putra-putrinya selama menjalani proses latihan hingga mampu tampil sebagai yang terbaik di tingkat nasional.

Menurutnya, pembinaan peserta LKS membutuhkan proses panjang dengan biaya yang tidak sedikit. Untuk memenuhi kebutuhan latihan, sekolah memanfaatkan dana komite secara transparan dan tepat sasaran guna menunjang kebutuhan yang tidak dapat dibiayai melalui Dana BOS.

Dana tersebut digunakan untuk penyediaan bahan praktik, peralatan kompetisi, hingga pelatihan di luar daerah agar kemampuan siswa semakin terasah sebelum menghadapi persaingan nasional.

“Semua yang kami lakukan benar-benar untuk kepentingan anak-anak. Kami membawa mereka berlatih secara intensif, bahkan ke luar daerah jika diperlukan, agar kompetensinya semakin matang. Orang tua tidak kami bebani biaya tambahan karena seluruh kebutuhan pembinaan kami upayakan ditanggung sekolah melalui pengelolaan dana yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Seriyani mengungkapkan bahwa rahasia konsistensi prestasi SMKN 6 Palembang terletak pada sistem kaderisasi yang dimulai sejak siswa duduk di bangku kelas X.

Guru-guru, katanya, sudah mulai melakukan pemetaan potensi, seleksi, hingga pembinaan intensif terhadap siswa yang dinilai memiliki bakat untuk mengikuti berbagai kompetisi nasional.

“Persiapan LKS tidak bisa dilakukan hanya satu tahun. Anak-anak yang saat ini masih kelas X sudah kami siapkan untuk mengikuti kompetisi dua tahun mendatang. Mereka dilatih terus-menerus agar memiliki mental bertanding, keterampilan, dan kesiapan menghadapi sekolah-sekolah terbaik dari seluruh Indonesia. Tidak ada prestasi yang diraih secara instan,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga sinergi antara guru dan orang tua. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk semangat siswa mengikuti berbagai kompetisi.

“Alhamdulillah mayoritas orang tua di sekolah kami mendukung anak-anak mengikuti LKS karena mereka memahami bahwa prestasi akan menjadi bekal berharga ketika memasuki dunia kerja. Faktanya, para juara kami yang telah lulus hampir seluruhnya langsung direkrut oleh dunia industri atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hampir tidak ada yang menganggur,” katanya.

Tidak hanya fokus pada kompetensi vokasi, SMKN 6 Palembang juga memberikan perhatian besar terhadap pembinaan karakter dan keagamaan.

Seriyani menjelaskan, sekolah secara rutin memberikan motivasi kepada siswa setiap pelaksanaan upacara maupun kegiatan pembinaan. Selain mendorong peningkatan prestasi akademik dan keterampilan, sekolah juga menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.

Program tersebut diwujudkan melalui pembelajaran membaca Al-Qur’an, pembinaan hafalan Juz 30 yang diwajibkan bagi seluruh siswa muslim, hingga berbagai kegiatan pembentukan karakter yang melibatkan seluruh guru.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Kompetensi dan iman harus berjalan beriringan sehingga ketika mereka masuk ke dunia kerja, mereka menjadi tenaga profesional yang berintegritas,” ujarnya.

SMKN 6 Palembang juga terus mengukir prestasi di berbagai bidang lain. Dalam waktu dekat, sekolah akan kembali mengikuti kejuaraan marching band untuk mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih selama tiga tahun berturut-turut. Selain itu, sejumlah cabang keterampilan lainnya juga dipersiapkan menghadapi berbagai kompetisi tingkat nasional.

Untuk tahun mendatang, sekolah memasang target yang lebih tinggi dengan menambah perolehan medali emas di ajang LKS sekaligus membuka peluang mengirimkan siswa mengikuti kompetisi keterampilan di tingkat internasional.

Sementara itu, peraih medali emas kategori Beauty Therapy, Ainiyyah Lalita, mengaku keberhasilannya tidak lepas dari doa, latihan, dan dukungan semua pihak. Ia mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum berlaga karena khawatir tidak mampu memenuhi harapan banyak orang.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bahagia. Awalnya saya gugup dan takut mengecewakan banyak orang, tetapi akhirnya Allah memberikan hasil terbaik dengan meraih medali emas,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ayu Andira yang berhasil meraih medali perak pada kategori Hair Dressing. Ia mengatakan keberhasilannya menjadi juara nasional merupakan buah dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta doa dari keluarga dan para guru.

“Alhamdulillah saya berhasil meraih juara dua tingkat nasional setelah sebelumnya menjadi juara satu di tingkat provinsi. Saya sangat bersyukur karena hasil ini bisa membanggakan sekolah, keluarga, dan semua yang telah mendukung saya. Awalnya saya juga takut tidak bisa memberikan hasil terbaik, tetapi Alhamdulillah Allah memberikan jalan terbaik,” tuturnya.

Prestasi kedua siswi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan vokasi yang dilakukan secara terencana, didukung kolaborasi sekolah, guru, orang tua, dan dunia industri, mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja maupun kompetisi internasional.

(d/nva)

0 Komentar