PALEMBANG, gesahannusantara.com – Dunia pendidikan vokasi di Provinsi Sumatera Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kontingen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sumsel berhasil mengembalikan kejayaan daerah dengan menempati peringkat keenam nasional pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026.
Capaian tersebut menjadi momentum kebangkitan pendidikan vokasi Sumsel setelah pada penyelenggaraan tahun 2025 berada di posisi 11–12 nasional. Tahun ini, kerja keras para peserta, guru pembimbing, kepala sekolah, serta dukungan berbagai pihak berhasil mengantarkan Sumsel kembali masuk jajaran enam besar nasional.
MIN 2 Kota Palembang Bangun Fondasi Karakter Sejak Hari Pertama, Mata Muda Perkuat Kemandirian dan Nilai Islami
Prestasi tersebut diraih melalui torehan lima medali, terdiri atas satu medali emas, satu medali perak, dan tiga medali perunggu, serta sejumlah penghargaan Medallion of Excellence (Juara Harapan). Kompetisi berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026 di wilayah Depok, Jakarta, dan Banten.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., mengaku terharu sekaligus bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih kontingen SMK Sumsel. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten dan semangat pantang menyerah seluruh insan pendidikan vokasi di Sumatera Selatan.
“Alhamdulillah pada LKS tahun 2026 Sumatera Selatan bisa kembali masuk menjadi enam besar nasional. Sebelumnya pada tahun 2025 kita berada di peringkat 11 atau 12 nasional. Ini merupakan kebanggaan karena beberapa tahun sebelumnya kita juga tiga kali berturut-turut berada di peringkat enam nasional, dan hari ini kita berhasil kembali meraih posisi tersebut dengan perolehan satu emas, satu perak, tiga perunggu, serta beberapa Medallion of Excellence,” ujar Mondyaboni.
Ajang LKS Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 sendiri menjadi salah satu kompetisi keterampilan terbesar bagi siswa SMK di Indonesia. Tahun ini sebanyak 1.121 finalis terbaik dari seluruh Indonesia berkompetisi setelah melalui proses seleksi ketat dari 9.942 pendaftar. Mereka bertanding pada 37 bidang lomba keterampilan serta satu cabang ekshibisi baru di bidang Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan dengan sistem hibrida.
Di tengah persaingan yang sangat kompetitif, kontingen Sumatera Selatan mampu menunjukkan kualitas lulusan pendidikan vokasi yang semakin unggul. Medali emas dan perak dipersembahkan oleh SMKN 6 Palembang, sementara dua medali perunggu diraih SMK Xaverius 3 Palembang, dan satu medali perunggu disumbangkan SMKN 2 Palembang.
Mondyaboni menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya milik para peraih medali, melainkan buah dari kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan vokasi di Sumatera Selatan. Mulai dari guru pembimbing, kepala sekolah, orang tua, hingga dukungan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang selama ini menjadi mitra strategis dalam penguatan kompetensi siswa.
“Saya tahu bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh guru pembimbing, kepala sekolah, dan tentu murid-murid kebanggaan Provinsi Sumatera Selatan. Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para guru pembimbing, kepala sekolah, murid, maupun dunia usaha dan dunia industri yang telah membantu SMK Sumatera Selatan meraih kembali prestasi ini,” katanya.
Menurut Mondyaboni, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan vokasi di Sumatera Selatan berada pada jalur yang tepat. Ke depan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan akan terus memperkuat program peningkatan kompetensi siswa, pengembangan kualitas guru pembimbing, serta memperluas sinergi dengan dunia industri agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Ia menambahkan, keberhasilan kembali masuk enam besar nasional harus menjadi motivasi bagi seluruh sekolah kejuruan di Sumatera Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kompetensi dan kebutuhan dunia kerja.
“Kami tidak ingin cepat berpuas diri. Prestasi ini justru menjadi tantangan untuk bekerja lebih keras lagi. Persiapan menuju LKS Nasional 2027 akan dilakukan lebih dini agar Sumatera Selatan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang telah diraih,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Mondyaboni menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta LKS Nasional 2026 yang telah membawa nama baik Sumatera Selatan, baik yang berhasil meraih medali maupun yang belum memperoleh penghargaan.
“Terus bersemangat bagi seluruh keluarga besar bidang SMK. Untuk semua murid yang mengikuti LKS Nasional 2026, baik yang berprestasi maupun yang belum berhasil meraih medali, jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan kemampuan. Mudah-mudahan pada LKS Nasional tahun 2027 kita dapat mempertahankan bahkan meningkatkan predikat juara yang telah diraih,” pungkasnya.

0 Komentar