NASIONAL

Landy Sativa, Duta SMA Informatif Nasional 2026, Bawa Misi Perluas Akses Informasi Pelajar

Oleh Deva
👁 14 Views
💬 0 Komentar
5 Menit Baca

PALEMBANG, gesahannusantara.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Sumatera Selatan di tingkat nasional. Landy Sativa, siswa kelas XII SMAN Sumatera Selatan, berhasil meraih gelar Duta SMA Sumatera Selatan 2026 sekaligus dinobatkan sebagai Duta SMA Informatif 2026 Tingkat Nasional.

Namun, capaian tersebut tidak sekadar menjadi prestasi personal bagi Landy. Gelar yang diraihnya justru menjadi pintu masuk bagi misi yang lebih besar, yakni memperluas akses informasi edukatif dan membangun ruang kolaborasi bagi pelajar, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.

Bagi Landy, menjadi Duta SMA Informatif bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan informasi yang diterima pelajar benar-benar edukatif, aktual, faktual, serta dapat dipahami oleh berbagai kalangan.

“Saya menyadari tantangan siswa saat ini sangat kompleks, mulai dari isu kesehatan mental hingga masalah pertemanan. Melalui wadah Duta SMA, saya ingin berkontribusi masuk ke dalam sistem untuk memperjuangkan akses informasi yang inklusif bagi seluruh pelajar tanpa terbatas latar belakang atau geografis,” ujar Landy.

Ia menilai perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat pelajar membutuhkan kemampuan untuk memilah informasi secara bijak. Di sisi lain, tidak semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh edukasi dan pendampingan.

Kondisi tersebut kemudian mendorong Landy bersama pasangannya merancang program berkelanjutan bertajuk “What If Progress”. Program tersebut diarahkan untuk memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan dan perilaku berisiko yang dihadapi remaja, terutama pelajar di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, gagasan tersebut dikembangkan melalui pembentukan jaringan komunitas “Sahabat Progres”. Komunitas ini dirancang melibatkan perwakilan siswa dari sejumlah sekolah mitra sehingga edukasi dan pertukaran informasi dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

“Harapannya, edukasi yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Kami ingin membangun jejaring antarpelajar agar mereka bisa saling berbagi informasi, pengalaman dan menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan remaja,” jelasnya.

Di balik capaian nasional tersebut, Landy juga harus menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara tanggung jawab sebagai siswa dan aktivitas pengembangan diri.

Saat ini, ia tengah mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus menghadapi persiapan Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus mendatang.

Menurut Landy, padatnya aktivitas justru menjadi latihan untuk membangun kedisiplinan dan kemampuan menentukan prioritas.

“Manajemen waktu dan menentukan skala prioritas menjadi hal yang sangat penting. Saya harus memastikan kewajiban akademik tetap berjalan, tetapi di sisi lain juga harus menjalankan tanggung jawab sebagai Duta SMA,” katanya.

Pengalaman tersebut, lanjut Landy, menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter. Terlebih, selama menempuh pendidikan di SMAN Sumatera Selatan yang menerapkan sistem sekolah berasrama, ia terbiasa dengan pola hidup disiplin, mandiri, serta membangun hubungan saling menghargai.

Ia mengaku bersyukur karena lingkungan sekolah tidak hanya memberikan ruang untuk berkembang secara akademik, tetapi juga mendorong siswa aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi.

Landy pun menyampaikan pesan kepada siswa lain agar tidak menjadikan keterbatasan latar belakang sebagai penghalang untuk meraih prestasi.

“Meskipun starting point kita bukan berasal dari keluarga berada, jangan pernah berkecil hati. Manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. Selempang ini bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar sebagai representasi pelajar Sumatera Selatan,” tuturnya.

Selain membawa misi bagi pelajar, Landy juga berharap sistem pendidikan nasional ke depan dapat memberikan kepastian yang lebih baik bagi siswa dan pendidik. Ia menyoroti pentingnya stabilitas kurikulum serta peningkatan perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer, khususnya mereka yang mengabdi di daerah terpencil.

Kepala SMAN Sumatera Selatan, Iswan Djati Kusuma, S.Pd., M.Si., menyambut capaian tersebut dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, prestasi Landy menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan dan kepedulian sosial.

“Kami keluarga besar SMAN Sumsel sangat gembira. Capaian ini luar biasa, membuktikan anak yang tumbuh dari kesederhanaan mampu menembus prestasi nasional. Ini adalah kerja keras bersama—guru, staf asrama, hingga dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan,” kata Iswan.

Ia menilai keberhasilan seorang siswa tidak lahir secara instan. Ada proses panjang yang melibatkan pembelajaran di kelas, pembinaan karakter, lingkungan asrama, pendampingan guru, serta kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik.

Karena itu, Iswan berharap pencapaian Landy dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mengambil peluang dan tidak takut bersaing di tingkat nasional.

Ia juga mengingatkan Landy agar tetap rendah hati dalam menjalankan amanah sebagai representasi pelajar Sumatera Selatan.

“Seperti nama Sativa, ibarat padi semakin berisi harus semakin menunduk. Semakin berilmu tidak boleh sombong dan tetap ingat bahwa semua pencapaian ini atas ridho Allah SWT,” ujarnya.

Menurut Iswan, gelar yang diperoleh Landy bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia berharap pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah maupun pelajar di Sumatera Selatan.

“Kami berharap sinergi bersama Dinas Pendidikan Sumsel terus terjaga agar SMAN Sumsel konsisten melahirkan SDM unggul bagi daerah dan bangsa,” pungkasnya.

Capaian Landy sekaligus memperlihatkan bahwa prestasi pelajar tidak selalu berhenti pada perolehan gelar. Ketika prestasi tersebut diikuti gagasan dan kepedulian sosial, keberhasilan seorang siswa dapat berkembang menjadi gerakan yang memberi manfaat lebih luas bagi sesama pelajar.

0 Komentar