BERITA

BEI Sumsel Selenggarakan Sekolah Pasar Modal, Ratusan Peserta Dapat Panduan Investasi Saham

Oleh ARI ANSAYAH
👁 1 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

Gesahannusantara – Ratusan peserta, mayoritas mahasiswa dan masyarakat umum, mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sumatera Selatan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan di Aula Dinas Perpustakaan Sumsel pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal.

Acara dimulai dengan sambutan Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel, Fitriana, yang menekankan pentingnya edukasi pasar modal bagi masyarakat. Ia menyatakan, “Meski waktu pembelajarannya singkat, kami berharap kegiatan coaching clinic ini dapat membuka minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Kegiatan seperti ini juga diharapkan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan literasi keuangan di Sumatera Selatan.” Fitriana berharap program edukasi mengenai pasar modal dapat terus berlanjut karena dinilai mampu meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong masyarakat mulai berinvestasi secara bijak.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Selatan, Hari Mulyono, menjelaskan bahwa Sekolah Pasar Modal merupakan program edukasi rutin yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai investasi di pasar modal. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai investasi saham, mekanisme menjadi investor, teori dasar memilih saham, hingga mengenalkan berbagai lembaga di pasar modal yang memberikan fasilitas serta perlindungan kepada investor. Ia menambahkan, “Kami ingin meningkatkan awareness masyarakat bahwa investasi saham itu mudah, legal, dan dapat dimulai dengan modal yang terjangkau.”

Deputi Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Sumsel, Sundari Ningsih, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 957 emiten atau perusahaan tercatat di pasar modal yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia mengimbau masyarakat agar membeli saham sesuai kemampuan finansial serta memperhatikan fundamental perusahaan sebelum berinvestasi. “Calon investor harus membeli saham sesuai kemampuan dan memahami kondisi perusahaan yang dipilih,” ujarnya. Sundari juga memberikan ilustrasi mengenai potensi keuntungan investasi jangka panjang. Ia mencontohkan saham Astra yang pada 1993 diperdagangkan sekitar Rp16.000 per lembar. Jika saat itu seseorang membeli 500 lembar saham senilai sekitar Rp8 juta, maka pada 2024 nilainya telah meningkat menjadi sekitar Rp251 juta dengan nilai yang sangat tinggi.

Para peserta mendapatkan materi tentang dasar-dasar investasi, cara membaca laporan keuangan, serta strategi diversifikasi portofolio. Selain itu, sesi tanya jawab memungkinkan peserta untuk mengklarifikasi keraguan terkait mekanisme pasar modal dan regulasi yang berlaku. Banyak mahasiswa yang mengaku merasa terbantu dengan penjelasan praktis tentang cara memulai investasi dengan modal kecil.

Kegiatan ini juga menyoroti peran penting lembaga keuangan dan regulator dalam menjaga keamanan dan transparansi pasar modal. BEI Sumsel menegaskan bahwa semua emiten di bawah pengawasan OJK harus mematuhi standar pelaporan keuangan yang ketat, sehingga investor dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang akurat. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pasar modal sebagai sarana investasi yang sah dan aman.

Selain edukasi, BEI Sumsel juga mengajak peserta untuk memanfaatkan platform digital yang disediakan oleh BEI untuk memantau kinerja saham dan melakukan transaksi. Dengan kemudahan akses melalui aplikasi mobile, masyarakat dapat lebih mudah terlibat dalam investasi tanpa harus mengunjungi kantor sekuritas fisik. Hal ini sejalan dengan upaya BEI untuk memperluas jangkauan pasar modal ke seluruh pelosok Indonesia.

Melalui program ini, BEI Sumsel berharap dapat memperkuat fondasi literasi keuangan di wilayah Sumatera Selatan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen jasa keuangan, tetapi juga menjadi investor yang cerdas. Peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, serta menumbuhkan budaya investasi yang sehat di kalangan generasi muda.

Penutup, BEI Sumsel menegaskan komitmen terus menerus untuk menyelenggarakan program edukasi pasar modal di seluruh wilayah. Dengan dukungan Dinas Perpustakaan Sumsel dan lembaga terkait, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat dan risiko investasi saham, sehingga mereka dapat membuat keputusan investasi yang tepat dan bijaksana.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar