POLITIK

DPRD Sumsel Di Muba: Warga Dorong Perbaikan Jalan Sekayu–Rawas dan Cetak Sawah

Oleh ARI ANSAYAH
👁 2 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

Gesahannusantara – Pada 3 hingga 10 Juli 2026, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) IX menggelar Reses Masa Persidangan VI Tahun Anggaran 2026 di Balai Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin. Kegiatan ini menjadi ajang dialog antara legislator dan warga, di mana berbagai aspirasi masyarakat diserap untuk dijadikan dasar perencanaan pembangunan.

Para peserta Reses meliputi Kepala Desa Beruge Iskandar, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Karang Taruna, PKK, P2UKD Kecamatan Babat Toman, tokoh agama, serta enam anggota DPRD Sumsel Dapil IX. Warga yang hadir berjumlah hampir seratus orang, sebagian besar berasal dari keluarga petani yang mengandalkan lahan pertanian untuk mata pencaharian.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah kondisi infrastruktur, khususnya jalan nasional ruas Sekayu–Rawas. Fery, salah satu warga, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sering mengalami kerusakan di beberapa titik, sehingga menghambat mobilitas warga dan akses ke pasar. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan menjadi prioritas utama, mengingat dampaknya terhadap ekonomi lokal. Menanggapi hal tersebut, Drs. H. Tamrin, M.Si., anggota DPRD Sumsel, menyatakan bahwa usulan perbaikan akan diajukan ke pemerintah pusat, karena kewenangan terkait berada di tingkat nasional.

Selain infrastruktur, pendidikan menjadi topik hangat. Kepala SD Negeri Beruge, Nunung Susri, menyoroti kondisi gedung sekolah yang mulai mengalami kerusakan. Ia memohon bantuan pemerintah untuk rehabilitasi bangunan serta pembangunan musala sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar. Warga setuju bahwa peningkatan sarana pendidikan akan memperkuat kualitas pendidikan di desa.

Program cetak sawah juga menjadi agenda penting. Herman, warga setempat, mengusulkan percepatan program cetak sawah di wilayah seberang Desa Beruge. Ia berharap lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif, sehingga meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan petani. Drs. Tamrin menjelaskan bahwa program cetak sawah akan diupayakan masuk dalam penganggaran tahun depan sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian di Kabupaten Musi Banyuasin.

Masalah lingkungan juga tidak luput dari perhatian. Seli Marlina mengusulkan penyediaan tempat pembuangan sampah yang layak dan mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai. Ia menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir, yang sering terjadi di daerah ini. Warga setuju bahwa pengelolaan sampah yang baik akan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Di bidang ketahanan pangan, Kepala Desa Iskandar menekankan perlunya rehabilitasi Balai Desa, yang menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat. Ia juga mengusulkan pembukaan lahan persawahan baru guna mendukung program swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Usulan ini mendapat sambutan positif dari para anggota DPRD, yang menegaskan komitmen mereka untuk memperjuangkan kebutuhan desa.

Tidak hanya itu, warga juga mengangkat masalah listrik yang sering padam dan PDAM yang belum masuk. Mereka berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti masalah infrastruktur dasar ini, karena dampaknya signifikan terhadap kehidupan sehari-hari dan produktivitas ekonomi.

Drs. H. Tamrin, M.Si., menegaskan bahwa seluruh usulan masyarakat akan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan pemerintah. Ia menambahkan bahwa program cetak sawah akan menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian di Kabupaten Musi Banyuasin, sedangkan perbaikan jalan Sekayu–Rawas akan diajukan ke pemerintah pusat. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa untuk mencapai hasil yang optimal.

Reses ini menandai langkah konkret dalam memperkuat hubungan antara legislatif dan masyarakat. Dengan adanya dialog terbuka, diharapkan aspirasi warga dapat tercermin dalam kebijakan publik, sehingga pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Penutup, kegiatan Reses Masa Persidangan VI Tahun Anggaran 2026 di Desa Beruge menunjukkan bahwa partisipasi aktif warga dalam proses demokrasi dapat menghasilkan solusi konkret bagi permasalahan lokal. Diharapkan, perbaikan jalan Sekayu–Rawas, percepatan cetak sawah, rehabilitasi fasilitas pendidikan, dan pengelolaan sampah yang baik akan segera terwujud, membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Musi Banyuasin.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar