Palembang, Gesahannusantara – Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Febrita Lustia HD, membuka TAMASYA di KERABAT Nasional Seri 22 secara virtual, menekankan pentingnya pengasuhan positif dan demokratis untuk keluarga berkualitas.
Provinsi Sumatera Selatan mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kegiatan Taman Asuh Sayang Anak di Kelas Orang Tua Hebat (TAMASYA di KERABAT) Nasional Seri 22 Tahun 2026. Acara yang digelar secara virtual dari Sekretariat TP PKK Sumsel ini mengusung tema “Pengasuh Responsif: Penerapan Pengasuhan Positif dan Demokratis.”
Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel, Hj. Febrita Lustia HD, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan strategis ini. Ia menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Dari keluargalah anak pertama kali belajar kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan.
“Tantangan pengasuhan anak di era modern semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi hingga perubahan pola kehidupan keluarga. Kehadiran orang tua, baik secara fisik maupun emosional, sangat penting agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Febrita.
Ia menambahkan bahwa pengasuhan positif dan demokratis dapat menciptakan hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang antara orang tua dan anak. Pola pengasuhan ini juga memberikan ruang bagi anak untuk belajar berpendapat, memahami aturan, dan bertanggung jawab. Dengan cara ini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan mampu bersosialisasi dengan baik.
Kolaborasi untuk Keluarga Berkualitas
Sebagai mitra strategis pemerintah, TP PKK Sumsel berkomitmen mendukung terwujudnya keluarga berkualitas melalui berbagai program pemberdayaan. Febrita menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan tersebut. Ia mengapresiasi kolaborasi dengan TP PKK seluruh Indonesia, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), HIMPAUDI, HIMPSI, akademisi, pemerhati anak, dan berbagai lembaga lainnya.
“Semoga kerja sama yang baik ini terus terjalin sehingga pesan-pesan pengasuhan dapat menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia,” harapnya.
Harapan untuk Masa Depan
Febrita juga berharap kegiatan TAMASYA di KERABAT dapat memberikan wawasan dan keterampilan praktis yang bermanfaat bagi para peserta. Ia mendorong agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat luas.
“Mari kita jadikan keluarga sebagai tempat yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kita hadir sebagai orang tua, pengasuh, dan pendidik yang mampu menjadi teladan terbaik bagi anak-anak kita,” ajaknya.
Mengakhiri sambutannya, Febrita secara resmi membuka kegiatan TAMASYA di KERABAT Nasional Seri 22. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

0 Komentar