Pemerintahan

Kadisdik Sumsel Respons Perjuangan Zurian, Pastikan Hak Pendidikan Tetap Terpenuhi

Oleh Deva
👁 12 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

PALEMBANG, gesahannusantara.com — Keterbatasan akses terhadap perangkat digital tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan. Prinsip tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam merespons persoalan yang dialami Muhammad Zurian, pelajar SMP Negeri 48 Palembang yang menghadapi kendala mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., mewakili Gubernur Sumsel H. Herman Deru, turun langsung meninjau kondisi Zurian sekaligus menyerahkan bantuan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan dan meringankan beban keluarganya.

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumatera Selatan, Tony Kurniawan. Kehadiran jajaran pemerintah provinsi itu menjadi bentuk perhatian terhadap persoalan akses pendidikan yang masih dihadapi sebagian pelajar, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Zurian diketahui mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran daring lantaran keluarganya hanya memiliki satu unit telepon seluler. Perangkat tersebut digunakan ayahnya yang berprofesi sebagai pengemudi ojek untuk menunjang aktivitas mencari nafkah sehari-hari.

Kondisi itu membuat Zurian tidak dapat menggunakan telepon seluler tersebut secara leluasa untuk mengikuti PJJ. Di tengah keterbatasan itu, ia tetap berupaya memenuhi kewajibannya sebagai pelajar dengan datang ke sekolah secara rutin, Senin hingga Sabtu, untuk mengambil dan menyerahkan tugas pembelajaran.

Kegigihan Zurian dalam mempertahankan aktivitas belajarnya menjadi perhatian pemerintah. Persoalan yang dihadapinya juga menggambarkan pentingnya dukungan terhadap siswa agar keterbatasan sarana belajar tidak berujung pada terhambatnya hak memperoleh pendidikan.

Dalam kunjungan tersebut, Mondyaboni menyerahkan bantuan dari Gubernur Sumsel berupa paket sembako serta dukungan penunjang pendidikan bagi Zurian dan keluarganya. Bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga sekaligus memberikan dukungan moral bagi Zurian untuk terus bersemangat menuntut ilmu.

Penyerahan bantuan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga mencerminkan upaya pemerintah memastikan kebijakan pembelajaran dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi nyata yang dihadapi peserta didik di lapangan.

Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, ketersediaan perangkat digital dapat menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang proses pembelajaran. Karena itu, perhatian terhadap persoalan tersebut diperlukan agar pelaksanaan PJJ tetap dapat menjangkau seluruh siswa secara adil.

Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan pendidikan yang inklusif dan merata. Setiap anak, terlepas dari latar belakang ekonomi keluarganya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Melalui pendampingan dan pemantauan terhadap kondisi peserta didik, pemerintah berupaya memastikan persoalan yang berpotensi menghambat proses belajar dapat diketahui dan ditangani secara tepat. Langkah ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak.

Kisah Zurian juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh tersedianya kurikulum dan tenaga pendidik, tetapi juga oleh dukungan sarana, keluarga, sekolah, dan pemerintah.

Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mampu menjawab kebutuhan siswa. Terlebih, perubahan pola pembelajaran yang memanfaatkan teknologi menuntut perhatian terhadap kesenjangan akses perangkat dan konektivitas.

Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkeadilan, sehingga tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena menghadapi keterbatasan fasilitas.

Kunjungan kepada Zurian diharapkan menjadi dorongan bagi pelajar tersebut untuk kembali menatap masa depan dengan optimisme. Dukungan yang diberikan juga menjadi pesan bahwa perjuangan anak-anak dalam memperoleh pendidikan mendapat perhatian dari pemerintah.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebutuhan peserta didik, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya mewujudkan pendidikan yang dapat diakses seluruh masyarakat. Hak belajar anak harus tetap menjadi prioritas, termasuk bagi mereka yang menghadapi tantangan ekonomi dan keterbatasan sarana pembelajaran.

0 Komentar