PALEMBANG, gesahannusantara.com — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Palembang memulai tahun ajaran baru dengan menggelar kegiatan Mata Muda (Masa Ta’aruf Murid Baru) sebagai langkah awal membentuk karakter, kemandirian, serta kebiasaan positif bagi peserta didik baru. Program ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi fondasi awal dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada siswa sejak memasuki bangku madrasah.
Kepala MIN 2 Kota Palembang, Siti Ajnaimah, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan bahwa Mata Muda dirancang agar proses adaptasi berlangsung menyenangkan, ramah anak, dan bebas dari praktik yang dapat memberikan tekanan kepada peserta didik. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas edukatif sehingga anak-anak merasa nyaman mengenal sekolah, guru, teman baru, serta budaya belajar yang akan mereka jalani selama enam tahun ke depan.
SMA Negeri 5 Palembang Hadirkan Delapan Program Unggulan, Siapkan Generasi Berkarakter, Berprestasi, dan Siap Bersaing Global
Pada tahun ajaran 2026/2027, MIN 2 Kota Palembang menerima peserta didik baru yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar (rombel), mulai dari kelas IA hingga IG. Jumlah tersebut disesuaikan dengan daya tampung sekolah berdasarkan jumlah lulusan tahun sebelumnya.
Tingginya antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di MIN 2 Kota Palembang kembali terlihat pada proses penerimaan siswa baru tahun ini. Namun, keterbatasan kuota serta ketentuan usia menyebabkan tidak seluruh pendaftar dapat diterima.
Dalam mendukung proses adaptasi, madrasah memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendampingi anak selama tiga hari pertama pelaksanaan Mata Muda. Pendampingan ini bertujuan membantu siswa mengenal lingkungan sekolah sekaligus memberikan rasa aman saat memasuki jenjang pendidikan dasar.
Setelah masa transisi tersebut berakhir, orang tua diarahkan untuk mengantar anak hanya sampai gerbang utama madrasah. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari pembiasaan agar peserta didik belajar mandiri, percaya diri, serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sekolah tanpa selalu bergantung kepada orang tua.
Selama kegiatan Mata Muda, siswa diperkenalkan dengan berbagai budaya positif yang menjadi ciri khas MIN 2 Kota Palembang. Mulai dari pembiasaan ibadah harian, pelaksanaan salat Dhuha berjamaah, program Tahfiz Al-Qur’an, pengenalan lingkungan madrasah, hingga penampilan kreativitas dan unjuk bakat dari kakak-kakak kelas.
Beragam kegiatan ekstrakurikuler juga diperkenalkan sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa. Di antaranya seni tari, Da’i Cilik, Tahfiz Al-Qur’an, serta berbagai cabang olahraga. Untuk siswa kelas satu, pilihan kegiatan disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak, seperti seni tari dan karate sebagai tahap awal pengembangan potensi.
Sementara itu, pada bidang olahraga, futsal menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan MIN 2 Kota Palembang yang telah banyak mengharumkan nama madrasah melalui berbagai prestasi di tingkat kota maupun provinsi.
Pihak madrasah menegaskan bahwa pendidikan di MIN 2 Kota Palembang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, karakter, disiplin, dan kebiasaan baik yang akan menjadi bekal peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, disiplin, serta memiliki karakter yang kuat. Karena itu, pembiasaan positif sudah dimulai sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di madrasah,” ujar pihak madrasah.
MIN 2 Kota Palembang juga mengajak seluruh orang tua untuk membangun sinergi dalam mendidik anak. Menurut pihak madrasah, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga agar pembentukan karakter dapat berjalan secara berkesinambungan.
Selain itu, madrasah menegaskan komitmennya untuk terus terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan yang konstruktif dari para wali murid. Setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sehingga MIN 2 Kota Palembang tetap menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, religius, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

0 Komentar