Gesahannusantara – Pemerintah Kota Palembang bersinergi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0418/Palembang menggelar Festival Pesta Rakyat dan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di pelataran Rumah Dinas Wali Kota Palembang pada 10–19 Juli 2026. Acara ini tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola dunia secara bersama-sama, tetapi juga dirancang sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Puluhan pelaku UMKM akan difasilitasi untuk berjualan secara gratis selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menyatakan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri telah menerbitkan surat edaran yang mengimbau pemerintah daerah untuk memfasilitasi kegiatan nonton bareng sebagai upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. “Pemkot Palembang bersama Kodim 0418/Palembang siap menjalankan instruksi tersebut. Kami berharap kolaborasi ini menjadikan Palembang sebagai salah satu daerah terbaik dalam penyelenggaraan festival nobar, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Aprizal setelah memimpin rapat persiapan di Ruang Bappeda Kota Palembang pada Selasa (7/7/2026).
Buka UKOM 2026, Kakanwil Kemenag Sumsel Dorong Penyuluh Agama Lahirkan Edukasi Solutif dan Menyejukkan
Menurut Aprizal, festival akan dikemas dengan konsep pesta rakyat yang menghadirkan berbagai hiburan untuk seluruh lapisan masyarakat. Selain penayangan pertandingan Piala Dunia melalui layar besar, pengunjung juga akan disuguhi penampilan musik dari band Kodim 0418/Palembang, hiburan dari sejumlah perangkat daerah, serta berbagai aktivitas yang dapat dinikmati bersama keluarga. Ia menegaskan bahwa seluruh pelaku UMKM yang dilibatkan tidak akan dikenakan biaya sewa lapak. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan ruang lebih luas bagi pedagang kecil untuk meningkatkan pendapatan selama berlangsungnya festival. “Seluruh rangkaian kegiatan digelar mulai 10 hingga 19 Juli. Kami tegaskan bahwa acara ini terbuka untuk masyarakat dan gratis, termasuk bagi pelaku UMKM yang berjualan. Tidak ada pungutan biaya lapak,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0418/Palembang, Kolonel Arh. Erik Novianto, S.Sos., menyatakan pihaknya siap mendukung penuh suksesnya penyelenggaraan festival bersama Pemkot Palembang. Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan akan memperhatikan ketentuan yang telah disepakati, termasuk penataan area UMKM agar tetap menjaga nuansa kebersamaan tanpa menampilkan atribut atau promosi sponsor pada tenda maupun etalase dagangan. “Kami mengimbau para pelaku UMKM tidak memasang atribut sponsor pada tenda maupun etalase. Festival ini kami harapkan menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan tetap mengedepankan ketertiban dan kenyamanan,” katanya.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara, Kodim 0418/Palembang akan berkolaborasi dengan kepolisian dan petugas keamanan lainnya. Tim keamanan akan melakukan patroli rutin di area festival, memastikan tidak ada kerusuhan atau tindakan vandalisme. Selain itu, Kodim juga akan menyediakan fasilitas kesehatan darurat dan titik penyuluhan tentang protokol kesehatan bagi pengunjung.
Penyelenggara mengajak seluruh warga Palembang dan pengunjung dari luar kota untuk turut berpartisipasi dalam festival ini. Acara ini tidak hanya menampilkan pertandingan Piala Dunia, tetapi juga menjadi ajang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk lokal, seperti makanan khas Palembang, kerajinan tangan, dan produk kreatif lainnya. Dengan tidak dikenakan biaya sewa lapak, diharapkan para pelaku UMKM dapat memperoleh pendapatan tambahan yang signifikan, sekaligus memperkuat jaringan ekonomi lokal.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antarwarga. Dengan menonton pertandingan bersama di ruang publik, warga dari berbagai latar belakang dapat berbagi pengalaman, menumbuhkan rasa kebersamaan, dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Selain itu, festival ini menjadi platform bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan komitmen dalam memajukan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pada akhir festival, pihak pemkot akan melakukan evaluasi bersama Kodim dan stakeholder terkait. Evaluasi ini akan mencakup capaian ekonomi bagi UMKM, tingkat kepuasan pengunjung, serta efektivitas kerja sama antara pemerintah dan militer. Hasil evaluasi akan menjadi dasar perencanaan kegiatan serupa di masa mendatang, baik di Palembang maupun di daerah lain yang ingin mengadopsi konsep festival nobar ini.
Dengan semua persiapan yang matang, Festival Pesta Rakyat dan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 di Palembang diharapkan menjadi contoh sukses kolaborasi pemerintah dan militer dalam mendukung ekonomi kerakyatan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Selama 10 hari penuh, warga Palembang dapat menikmati pertandingan sepak bola dunia, menikmati hiburan lokal, dan melihat UMKM berkembang tanpa beban biaya sewa lapak. Festival ini menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan seiring, membawa manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

0 Komentar