PALEMBANG, gesahannusantara.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat konsolidasi internal organisasi. Hal itu ditandai dengan rapat pengurus yang digelar di Aula Sriwijaya Lantai 2, Kantor PGRI Provinsi Sumsel, Jalan A. Yani, Lorong Gotong Royong, Palembang, Kamis (17/7/2026).
Rapat yang dihadiri jajaran pengurus PGRI Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi forum strategis untuk mematangkan sejumlah agenda penting organisasi, di antaranya persiapan pelantikan Badan Kelengkapan Organisasi (BKO) PGRI Sumsel, pelantikan Pengurus Cabang PGRI Kota Palembang, hingga pembahasan program kerja yang akan dijalankan pada semester kedua tahun 2026.
Polda Sumsel Bangun Sistem Keamanan Berbasis Kolaborasi
Selain membahas agenda kepengurusan, rapat juga dirangkaikan dengan persiapan syukuran atas ditempatinya kantor baru PGRI Provinsi Sumatera Selatan yang menjadi pusat aktivitas organisasi dalam menjalankan berbagai program bagi para guru di Sumsel.
Ketua Umum PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Riza Fahlevi, M.M., mengatakan bahwa keberadaan sekretariat baru yang kini digunakan merupakan fasilitas yang dipinjamkan oleh Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI Sumatera Selatan (YPLP PT PGRI Sumsel). Menurutnya, langkah tersebut diambil agar roda organisasi tetap berjalan sembari menunggu penyelesaian berbagai persoalan yang masih berlangsung.
“Alhamdulillah, pada hari ini kami mulai menempati sekretariat baru. Kami belum menggunakan sekretariat yang lama karena sampai saat ini masih ditempati oleh rekan-rekan yang belum meninggalkan lokasi tersebut. Untuk sementara kami memanfaatkan tempat yang dipinjamkan oleh YPLP PT PGRI Sumsel agar aktivitas organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Rizal.
Ia menegaskan, PGRI Sumsel tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait polemik organisasi. Menurutnya, setiap persoalan memiliki mekanisme penyelesaian yang akan dijelaskan melalui tim advokasi yang menangani perkara tersebut.
“Soal berbagai klaim yang berkembang, biarlah nanti dijelaskan oleh tim advokasi kami sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Kami tetap menghormati proses tersebut,” katanya.
Di tengah dinamika yang terjadi, Rizal menegaskan bahwa kepengurusan PGRI Sumsel di bawah kepemimpinannya tetap membuka ruang komunikasi dan mengajak seluruh pihak untuk kembali membangun organisasi secara bersama-sama.
“Hari ini kami justru mengajak seluruh rekan-rekan untuk melakukan konsolidasi. Tidak ada manfaatnya apabila konflik yang terjadi di tingkat pusat terus dibawa ke daerah hingga memecah organisasi. Yang kami inginkan adalah PGRI kembali fokus memperjuangkan kepentingan guru,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih beredarnya berbagai informasi dan konten lama di media sosial yang dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Masih ada video-video lama yang kembali diputar di media sosial sehingga dapat menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat. Kami berharap seluruh pihak dapat menyampaikan informasi yang benar dan tidak melakukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik,” ujarnya.
Rizal mengungkapkan bahwa seluruh pihak yang terlibat pada dasarnya masih merupakan bagian dari keluarga besar PGRI.
“Kami semua sama-sama guru, sama-sama memakai atribut PGRI. Artinya kita tetap satu keluarga besar. Perbedaan pandangan jangan sampai menghilangkan semangat persaudaraan. Yang terpenting adalah bagaimana PGRI tetap menjadi organisasi yang mampu memperjuangkan kepentingan guru,” katanya.
Ia menambahkan, secara organisasi kepengurusan PGRI yang dipimpinnya mengacu pada kepengurusan hasil keputusan Pengurus Besar (PB) PGRI yang saat ini dipimpin Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M. Menurut Rizal, seluruh persoalan administrasi dan legalitas organisasi akan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.
Menutup pernyataannya, Rizal mengajak seluruh insan pendidikan menjadikan momentum tersebut sebagai awal memperkuat kembali organisasi profesi guru di Sumatera Selatan.
“Mari kita kembalikan profesi guru kepada hakikatnya sebagai pengabdian untuk mencerdaskan bangsa. Jika ada persoalan yang selama ini membuat organisasi kurang berjalan optimal, mari kita benahi bersama. Membersihkan sesuatu yang sudah lama tentu membutuhkan proses, begitu pula dengan perubahan. Namun kami optimistis, dengan kebersamaan dan semangat persatuan, PGRI akan semakin kuat dalam mengawal kepentingan para guru,” pungkasnya.

0 Komentar