Polda Sumsel Perkuat Sinergi dengan Ulama Lewat Peluncuran Buku Sejarah NU

Oleh ARI ANSAYAH
👁 1 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

Palembang, Gesahannusantara – Polda Sumatera Selatan mempertegas komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan sosial dengan menggandeng tokoh agama. Momentum ini ditandai peluncuran buku sejarah Nahdlatul Ulama (NU) Sumsel.

Kegiatan peluncuran buku berjudul “Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan: Sejarah Penyebaran di 17 Kabupaten/Kota” berlangsung di Asrama Haji Palembang, Kamis, 23 Juli 2026. Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel. Turut hadir Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan Arif Ghofur, Ketua PWNU Sumsel KH. M. Hendra Zainuddin Al Qodiri, serta tokoh agama, akademisi, dan tamu undangan lainnya.

Peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah dakwah dan kontribusi NU di Sumatera Selatan. Buku tersebut mengulas perjalanan panjang penyebaran NU di 17 kabupaten/kota di provinsi ini, sekaligus menjadi referensi penting dalam memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan toleransi.

Sinergi Polri dan Ulama untuk Stabilitas Keamanan

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan para ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Keharmonisan antara ulama dan umara menjadi modal utama dalam mewujudkan stabilitas keamanan yang mendukung keberhasilan program pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua PWNU Sumsel KH. M. Hendra Zainuddin Al Qodiri menyampaikan apresiasi atas langkah Polda Sumsel dalam membangun hubungan harmonis dengan para ulama. “Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Kapolda Sumsel beserta jajaran dalam kegiatan ini. Hubungan yang harmonis antara ulama dan kepolisian merupakan modal penting untuk menjaga persatuan, menciptakan suasana yang damai, serta memberikan ketenangan bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujarnya.

Implementasi Polri Presisi

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa penguatan kemitraan dengan organisasi keagamaan merupakan bagian dari strategi Polri dalam memperkuat ketahanan sosial. “Kami terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan elemen bangsa sebagai bagian dari implementasi Polri Presisi. Sinergi ini menjadi kekuatan bersama dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Sumatera Selatan,” jelasnya.

Melalui kolaborasi yang semakin erat bersama Nahdlatul Ulama dan seluruh elemen masyarakat, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan, memperkuat ketahanan sosial, serta mendukung keberhasilan program pembangunan nasional. Sinergi antara Polri, ulama, pemerintah, dan masyarakat akan terus menjadi fondasi dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, harmonis, dan sejahtera.

(aa/nva)

0 Komentar