PALEMBANG, gesahannusantara.com – SMK Negeri 4 Palembang memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai langkah awal membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan kepedulian sosial. Sebanyak 666 peserta didik baru mengikuti MPLS Ramah yang berlangsung selama lima hari, 13–17 Juli 2026.
Mewakili Kepala SMKN 4 Palembang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Bayu Prasetya, S.Pd.Gr., mengatakan konsep MPLS tahun ini mengedepankan pendidikan positif yang menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran. Seluruh kegiatan dirancang agar peserta didik merasa aman, nyaman, dan bahagia saat memasuki lingkungan sekolah baru.
Mahasiswa UIN Jambi Terlibat Kasus Cartridge Vape Etomidate: Sidang Lanjutan dan Pengakuan Rekan Terdakwa
“Sesuai edaran dari Pak Menteri, MPLS kita berlangsung ramah dan edukatif. Tidak ada lagi budaya perpeloncoan. Pembiasaan karakter seperti senam pagi Anak Indonesia Hebat, sosialisasi ramah pendidikan, hingga pengenalan kegiatan positif harian yang sesuai usia pelajar menjadi menu utama selama lima hari ini,” ujar Bayu.
Ia menjelaskan, pembentukan karakter dilakukan melalui penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang diharapkan menjadi budaya sehari-hari bagi siswa. Kebiasaan tersebut dipadukan dengan materi kedisiplinan, tanggung jawab, etika, serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Untuk memperkuat pendidikan karakter, SMKN 4 Palembang juga menghadirkan narasumber dari Bhabinkamtibmas Polsek Kemuning dan Koramil Kamboja. Para siswa memperoleh edukasi mengenai bahaya tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pentingnya tertib berlalu lintas sebagai bekal kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh siswa baru mengikuti deklarasi anti-tawuran dan anti-narkoba. Deklarasi tersebut menjadi simbol tekad sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan bebas dari kekerasan.
Selain pembentukan karakter, siswa juga diperkenalkan dengan delapan program keahlian dan 13 kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah untuk mengembangkan bakat, minat, serta jiwa kepemimpinan. Menurut Bayu, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pengembangan kompetensi akademik maupun nonakademik.
“Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh selama MPLS tidak berhenti saat kegiatan ini selesai, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan siswa di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Dengan karakter yang kuat, mereka akan lebih siap meraih prestasi sekaligus menjadi pribadi yang bertanggung jawab,” tutupnya.

0 Komentar