TNI

TNI AU Janji Usut Tuntas Kematian Serda Ahmad yang Diduga Akibat Tindakan Senior

Oleh ARI ANSAYAH
👁 16 Views
💬 0 Komentar
⏱ 2 Menit Baca

JAKARTA, Gesahannusantara.com — TNI Angkatan Udara (TNI AU) berjanji mengusut secara transparan kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF), yang diduga berkaitan dengan tindakan seniornya. Empat anggota senior yang disebut keluarga diduga terlibat diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, mengatakan pihaknya tengah memeriksa dugaan pembinaan berlebihan yang disebut menyebabkan Serda AMF meninggal pada Kamis (10/9/2026).
“TNI Angkatan Udara berkomitmen mengusut tuntas dugaan pembinaan berlebihan yang menyebabkan Serda AMF meninggal pada Kamis (10/9/2026) secara transparan,” kata Nyoman dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Nyoman belum menjelaskan penyebab pasti kematian Serda Ahmad. Menurut dia, fakta terkait peristiwa tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh.
“Fakta-fakta terkait kejadian tersebut akan diungkap berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh,” ujarnya.
Dia menegaskan prajurit yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Nyoman.
TNI AU, lanjut dia, tidak memberikan ruang bagi tindakan yang melanggar hukum di lingkungan institusi tersebut. Proses pemeriksaan disebut akan dilakukan secara transparan, adil, dan tanpa intervensi.
Di sisi lain, keluarga Serda Ahmad meminta proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dilakukan secara serius dan transparan.
Ayah almarhum, Toni Eko Prasetyo, mengatakan keluarga berharap tidak ada alasan yang dijadikan pembenaran atas dugaan penganiayaan terhadap anaknya.
“Kami dari keluarga almarhum berharap ada sanksi yang setimpal kepada empat anggota senior anak kami yang mengakibatkan hilangnya nyawa anak kami,” kata Toni saat ditemui di rumah duka, Jumat (11/9/2026).
Keluarga kemudian meminta dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian Serda Ahmad. Toni mengatakan hasil otopsi tersebut hingga kini belum diterima keluarga.
Serda Ahmad diketahui bertugas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sebelum meninggal, dia disebut menjalani tugas di lingkungan Dinas Psikologi Mabes TNI AU selama sekitar satu setengah tahun.
Jenazah Ahmad dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tidak jauh dari rumah duka di Magetan, Jawa Timur, pada Kamis (10/9/2026) malam. Pemakaman dilakukan tanpa upacara militer.

0 Komentar