BERITA

Usung MPLS Ramah, Kepala SMAN 16 Palembang Targetkan Siswa Berprestasi hingga Tingkat Internasional

Oleh Deva
👁 0 Views
💬 0 Komentar
4 Menit Baca

PALEMBANG, gesahannusantara.com – SMA Negeri 16 Palembang menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung tema “MPLS Ramah”, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan. Selama lima hari pelaksanaan, sekolah menitikberatkan pada pembentukan karakter, pengembangan potensi peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari perundungan.

Kepala SMA Negeri 16 Palembang, H. Herman Sudianto, S.Pd., M.M., mengatakan tahun ini sekolah menerima 400 peserta didik baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel). Jumlah siswa per rombel meningkat dari sebelumnya 36 menjadi 40 siswa sesuai regulasi terbaru dari pemerintah.

“Untuk tahun ajaran ini kami menerima 400 siswa baru yang terbagi dalam 10 rombel. Penambahan kapasitas menjadi 40 siswa per rombel merupakan bagian dari kebijakan dan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Herman, pelaksanaan MPLS tahun ini mengedepankan konsep ramah terhadap peserta didik. Sejak hari pertama masuk sekolah, seluruh siswa baru diarahkan agar merasa nyaman, aman, dan bahagia berada di lingkungan sekolah.

“Kegiatan MPLS kami rancang agar tidak memberatkan orang tua maupun peserta didik. Seluruh aktivitas memanfaatkan fasilitas yang sudah dimiliki sekolah, sehingga anak-anak bisa mengikuti kegiatan dengan suasana yang menyenangkan sekaligus mengenal lingkungan sekolah secara optimal,” katanya.

Selama pelaksanaan MPLS, siswa diperkenalkan dengan berbagai program sekolah, budaya belajar, tata tertib, hingga 19 kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di SMA Negeri 16 Palembang. Pengenalan ekstrakurikuler menjadi salah satu agenda utama karena dinilai mampu menjadi wadah pengembangan bakat dan minat peserta didik.

Selain mengikuti ekstrakurikuler wajib Pramuka, siswa juga diberikan kebebasan memilih ekstrakurikuler lain sesuai potensi masing-masing.

“Kami ingin setiap anak berkembang sesuai bakat dan minatnya. Harapan kami, melalui ekstrakurikuler mereka tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga nonakademik. Mereka juga memperoleh keterampilan, karakter, dan life skill sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan maupun kehidupan di masa depan,” jelas Herman.

Pada hari terakhir MPLS, seluruh ekstrakurikuler menampilkan demonstrasi atau atraksi di hadapan siswa baru. Setiap organisasi diberikan kesempatan menampilkan kemampuan terbaiknya untuk menarik minat peserta didik.

Menariknya, kepanitiaan inti MPLS tahun ini melibatkan siswa kelas XI yang didampingi oleh siswa kelas XII. Mereka bertugas memperkenalkan budaya sekolah, membimbing adik kelas, sekaligus mempromosikan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang telah mereka ikuti.

“Anak-anak kelas XI dan XII menjadi contoh langsung bagi adik-adiknya. Mereka mendemonstrasikan aktivitas ekstrakurikuler yang selama ini mereka tekuni sehingga mampu menumbuhkan ketertarikan siswa baru. Alhamdulillah, setelah kegiatan berlangsung hampir seluruh siswa baru memilih mengikuti ekstrakurikuler,” ungkapnya.

Herman menilai keterlibatan siswa senior mampu menciptakan suasana yang lebih akrab sekaligus memberikan motivasi kepada peserta didik baru untuk aktif mengembangkan diri selama bersekolah.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, materi MPLS juga difokuskan pada implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dipadukan dengan pendidikan karakter melalui kegiatan Pramuka.

Sekolah bahkan menghadirkan narasumber dari Gerakan Pramuka tingkat daerah untuk memberikan pemahaman mengenai keterkaitan nilai-nilai Pramuka dengan tujuh kebiasaan tersebut agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.

Tak hanya itu, SMA Negeri 16 Palembang juga menegaskan komitmennya sebagai sekolah ramah anak yang menolak segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun nonverbal.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, pada penutupan MPLS seluruh peserta didik menandatangani kesepakatan bersama atau MoU anti-bullying, anti-kekerasan, serta penolakan terhadap perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.

“Kami ingin sejak awal anak-anak memahami bahwa sekolah ini adalah sekolah ramah. Tidak boleh ada kekerasan dalam bentuk apa pun. Semua warga sekolah harus saling menghormati dan menciptakan lingkungan yang aman,” tegas Herman.

Dalam penyampaian materi, sekolah lebih mengutamakan sumber daya internal yang telah memiliki kompetensi melalui berbagai pelatihan. Guru Bimbingan Konseling, bidang kesiswaan, serta sejumlah alumni dilibatkan sebagai narasumber.

Para alumni yang telah sukses di berbagai bidang, mulai dari anggota TNI, Polri, Paskibraka hingga pegiat pencegahan narkoba, dihadirkan untuk memberikan materi sekaligus berbagi pengalaman kepada peserta didik baru.

“Kehadiran alumni memberikan motivasi tersendiri karena mereka adalah contoh nyata bahwa lulusan SMA Negeri 16 Palembang mampu berhasil di berbagai bidang. Itu menjadi inspirasi bagi adik-adiknya,” katanya.

Di bawah kepemimpinannya, Herman berharap SMA Negeri 16 Palembang mampu terus meningkatkan prestasi hingga sejajar dengan sekolah-sekolah terbaik di Kota Palembang maupun Provinsi Sumatera Selatan.

Optimisme tersebut didukung dengan capaian siswa yang baru-baru ini berhasil lolos mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Karate Tingkat Internasional di Jepang.

“Alhamdulillah, dalam waktu dekat salah satu siswa kami akan berangkat ke Jepang mengikuti kejuaraan karate internasional membawa nama Indonesia. Ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya bahwa prestasi bisa diraih hingga tingkat dunia,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Herman mengajak seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki dan tidak ragu mengejar prestasi setinggi mungkin.

“Saya mengajak seluruh siswa SMA Negeri 16 Palembang untuk terus berprestasi, mengembangkan bakat dan potensinya. Kami akan memberikan pelayanan, pembinaan, dan pendampingan terbaik agar mereka tumbuh maksimal. Harapan saya, SMA Negeri 16 Palembang menjadi rumah kedua yang nyaman bagi seluruh warga sekolah serta mampu melahirkan generasi berkarakter, berprestasi, dan siap bersaing hingga tingkat internasional,” pungkasnya.

(d/nva)

0 Komentar