Wakapolda Sumsel Buka Pendidikan Bintara SPKT TA 2026, Cetak Garda Terdepan Pelayanan Polri

Oleh ARI ANSAYAH
👁 0 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

Betung, Gesahannusantara – Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Kemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026 di SPN Polda Sumsel, Senin (20/7/2026). Program ini diikuti 4.792 peserta didik dari seluruh Indonesia.

Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumatera Selatan, Betung, Kabupaten Banyuasin. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, yang juga membacakan amanat dari Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Rony Samtana menegaskan bahwa pendidikan ini merupakan langkah strategis Polri untuk mencetak sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan siap menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Pendidikan pembentukan ini bukan hanya soal mengubah status dari masyarakat sipil menjadi anggota Polri, tetapi juga proses transformasi menyeluruh yang mencakup pengetahuan, keterampilan, karakter, mental, dan budaya kerja,” tegasnya.

Fokus pada Moralitas dan Teknologi

Pendidikan yang akan berlangsung selama lima bulan ini mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.” Tema ini menyoroti pentingnya moralitas, integritas, dan penguasaan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), dalam mendukung tugas-tugas kepolisian di era modern.

Para peserta didik dipersiapkan untuk menjadi wajah terdepan Polri, khususnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Mereka dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang cepat, santun, dan humanis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi. Selain itu, mereka juga akan dilatih untuk memiliki kemampuan berpikir analitis, pengambilan keputusan yang cepat dan akurat, serta keterampilan teknis yang mumpuni.

Peninjauan Fasilitas Pendidikan

Setelah upacara pembukaan, Brigjen Pol. Rony Samtana langsung meninjau fasilitas pendidikan di SPN Polda Sumsel. Ia memeriksa kondisi barak, kelengkapan inventaris, dan kesiapan sarana prasarana yang akan digunakan oleh para peserta didik selama masa pendidikan. Wakapolda juga mengunjungi Poliklinik SPN untuk memastikan kesehatan para siswa tetap terjaga dan memberikan motivasi agar mereka dapat menjalani pendidikan dengan optimal.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa pendidikan pembentukan ini adalah investasi strategis Polri untuk mencetak personel yang tidak hanya profesional dan adaptif, tetapi juga berorientasi pada pelayanan publik. “Kami ingin melahirkan Bhayangkara Presisi yang memiliki integritas, kompetensi, serta siap menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan dimulainya pendidikan ini, Polda Sumatera Selatan optimistis dapat mencetak generasi Bintara Polri yang unggul secara akademik, teknis, dan moral, serta mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di era modern.

(aa/nva)

0 Komentar