Palembang, GesahanNusantara — Lima anggota Polrestabes Palembang terancam diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah hasil tes urine menunjukkan positif mengandung narkoba.
Kelima personel tersebut merupakan anggota berpangkat bintara yang bertugas di lingkungan Polrestabes Palembang. Saat ini, mereka masih menjalani proses penegakan kode etik profesi Polri setelah hasil pemeriksaan urine dinyatakan positif.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan, proses sidang kode etik terhadap kelima anggota tersebut telah dilakukan. Hasilnya, kelimanya direkomendasikan untuk diberhentikan tidak dengan hormat.
“Ketika dites urine, kelima anggota tersebut menunjukkan positif. Sekarang sudah dilakukan sidang kode etik dan direkomendasikan untuk PTDH,” kata Sonny saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026).
Sonny menegaskan, Polrestabes Palembang tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, tindakan tegas akan diberikan baik terhadap anggota yang terlibat sebagai pengguna maupun mereka yang terlibat dalam peredaran narkoba.
“Pokoknya yang terlibat langsung ataupun tidak langsung. Langsung itu dia jadi bandar, jadi kurir. Tidak langsung itu jadi pengguna. Itu tetap di-PTDH. Hanya saja, jika dia tergolong langsung, maka akan diteruskan dengan pidananya,” tegas Sonny.
Menurut Sonny, keterlibatan anggota Polri dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba merupakan pelanggaran serius yang tidak boleh dibiarkan. Karena itu, selain proses etik, personel yang terindikasi terlibat dalam tindak pidana narkotika juga dapat diproses sesuai ketentuan hukum pidana.
Ia menambahkan, langkah tegas tersebut merupakan bagian dari komitmen internal Polrestabes Palembang dalam menjaga integritas personel dan membersihkan institusi dari penyalahgunaan narkotika.
Sonny juga terus mengingatkan seluruh anggotanya agar menjauhi narkoba dan judi online. Ia menilai kedua hal tersebut dapat menjadi pemicu munculnya persoalan lain hingga berujung pada tindak kejahatan.
“Narkoba, judi online itu merupakan sumber kejahatan yang lain. Seperti diketahui narkoba itu candu, tidak berhenti-berhenti, begitupun judi,” ujarnya.
Ia meminta seluruh personel tidak menganggap tugas sebagai rutinitas semata. Setiap anggota, kata Sonny, harus terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas serta memberikan prestasi terbaik bagi institusi.
“Saya menekankan kepada anggota untuk terus berprestasi. Bekerja itu tidak boleh hanya biasa-biasa saja, tapi bekerja dengan luar biasa, harus lebih,” tandasnya.
Dengan adanya proses etik terhadap lima anggota tersebut, Sonny kembali menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi personel yang terbukti melanggar aturan, khususnya terkait narkotika, untuk mendapatkan toleransi di lingkungan Polrestabes Palembang.
0 Komentar