MAGETAN, Gesahannusantara.com — Persoalan makanan diduga menjadi pemicu penganiayaan terhadap prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammil Farisa yang kemudian meninggal dunia. Ahmad diduga dianiaya empat seniornya di asrama di Kompleks Skadron Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (9/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026).
Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, mengatakan empat senior yang diduga terlibat kini menjalani pemeriksaan dalam berita acara pemeriksaan (BAPK).
“Saya dapat laporan pelaku empat orang senior anak saya,” ujar Toni, Jumat dini hari (11/9/2026).
Menurut Toni, keempat senior tersebut masing-masing Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH.
Toni menyebut dugaan penganiayaan itu bermula ketika Ahmad diminta membeli mi kuah oleh seniornya. Namun, Ahmad disebut membawa mi goreng sehingga diduga memicu kemarahan seniornya.
“Dari informasi yang saya dapat anak saya disuruh membeli makanan yang tidak sesuai permintaan senior. Mintanya mi kuah namun diberikan mi goreng,” tutur Toni dengan mata sembab.
Ia mengatakan pemeriksaan terhadap keempat senior tersebut dilakukan untuk mendalami dugaan penganiayaan yang terjadi sebelum Ahmad meninggal dunia.
Toni berharap proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dilakukan secara tuntas dan adil. Ia juga meminta keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) terkait kematian anaknya.
0 Komentar