Prabowo Tantang Kritik Program MBG, Soroti Kebocoran Ribuan Triliun

Oleh ARI ANSAYAH
👁 3 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

Jakarta, Gesahannusantara – Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap pemborosan, sementara kebocoran kekayaan negara ribuan triliun rupiah selama puluhan tahun luput dari perhatian.

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Senin (20/7/2026). Program yang dianggarkan sebesar Rp339 triliun untuk tahun 2025 ini, menurut Prabowo, adalah langkah strategis untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk yang masih membayangi generasi muda Indonesia.

“Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas, minimal seperempat anak-anak kita stunting. Sebagian besar banyak yang tidak makan,” ujar Prabowo dengan nada tegas. Ia menyesalkan tudingan bahwa program ini adalah pemborosan yang dapat memicu krisis ekonomi, termasuk melemahnya nilai tukar Rupiah dan anjloknya harga saham.

Kebocoran Kekayaan Negara Disorot

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan keheranannya terhadap sikap para kritikus yang dinilainya lebih fokus menyerang program MBG ketimbang menyoroti kebocoran kekayaan negara yang jauh lebih besar. Ia menyebutkan bahwa ribuan triliun rupiah kekayaan Indonesia telah menguap setiap tahun selama 34 tahun terakhir tanpa ada investigasi atau protes berarti.

“Tapi ribuan triliun yang menguap, pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun, tidak ada komentar. Tidak ada pakar yang protes. Tidak ada investigasi,” tegasnya.

Prabowo juga menantang argumen para kritikus yang menganggap ada hal yang lebih penting daripada pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat. “Kalau ada orang-orang pintar mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar, ya saya persilakan, Saudara-saudara. Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan. Punah, peradaban punah kalau tidak ada makan,” imbuhnya.

Kritik dan Pembelaan terhadap Program MBG

Program MBG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah menjadi sorotan publik setelah beberapa pihak menudingnya sebagai penyebab potensi tekanan ekonomi. Para pengamat mengkhawatirkan bahwa anggaran besar yang dialokasikan untuk program ini bisa memicu ketidakstabilan pasar saham dan pelemahan mata uang.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak-anak stunting, ibu hamil, dan lansia adalah bagian dari upaya membangun ketahanan pangan nasional. Ia menyebut langkah ini sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan produktif.

“Ini bukan pemborosan. Ini adalah investasi untuk masa depan bangsa. Kalau kita tidak bisa memberikan makan yang layak kepada anak-anak kita, bagaimana kita bisa berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan mampu bersaing di masa depan?” ujar Prabowo.

Pernyataan tegas Presiden ini diharapkan mampu meredam gelombang kritik terhadap program MBG sekaligus mengalihkan perhatian publik pada isu kebocoran kekayaan negara yang dinilai jauh lebih signifikan dan mendesak untuk ditangani.

(aa/nva)

0 Komentar