PALEMBANG – SMK Negeri Sumatera Selatan menjadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 sebagai momentum untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus mencegah perundungan (bullying), kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Sebanyak 432 peserta didik baru mendapatkan pembekalan khusus agar mampu menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan, Drs. H. Zulkarnain, M.T., mengatakan materi pencegahan bullying, anti kekerasan, dan bahaya narkoba menjadi salah satu fokus utama selama pelaksanaan MPLS yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian MPLS berjalan dengan lancar. Kami memberikan pemahaman kepada siswa mengenai program-program sekolah, sekaligus membekali mereka tentang pentingnya menjauhi bullying, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba. Harapan kami, mereka dapat menerapkan nilai-nilai disiplin dan saling menghormati selama berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurut Zulkarnain, penanaman karakter harus dimulai sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di sekolah. Karena itu, seluruh peserta didik baru juga diberikan sosialisasi mengenai tata tertib, etika pergaulan, serta pentingnya membangun lingkungan belajar yang kondusif.
“Kami berharap seluruh siswa mematuhi tata tertib yang telah disampaikan. Dengan disiplin yang baik serta sikap saling menghargai, akan tercipta suasana belajar yang nyaman dan bebas dari tindakan perundungan maupun kekerasan,” katanya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta didik, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Materi mengenai bullying, penyalahgunaan media sosial, tawuran, intimidasi, hingga bahaya bergabung dengan geng atau komunitas negatif disampaikan oleh jajaran Polrestabes Palembang.
Sementara itu, edukasi mengenai bahaya narkoba diberikan langsung oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan. Melalui materi tersebut, siswa dibekali pengetahuan mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan, masa depan, dan prestasi belajar.
Selain itu, pembentukan karakter disiplin juga diperkuat melalui pelatihan yang dipandu oleh Koramil TNI, sehingga siswa tidak hanya memahami aturan sekolah, tetapi juga memiliki tanggung jawab, kedisiplinan, dan rasa hormat terhadap sesama.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMK Negeri Sumatera Selatan menerima 432 siswa baru yang terbagi dalam 12 rombongan belajar dengan tujuh kompetensi keahlian, yakni Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Sepeda Motor, Teknik Permesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Mekatronika, dan Perhotelan.
Selain pembekalan karakter, peserta didik juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah menyalurkan minat dan bakat ke arah yang positif. Menurut pihak sekolah, keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu upaya efektif untuk membangun karakter, mempererat kebersamaan, sekaligus menjauhkan peserta didik dari perilaku negatif.
Sebagai penutup rangkaian MPLS, seluruh siswa baru menandatangani Komitmen Disiplin sebagai bentuk kesiapan untuk mematuhi tata tertib sekolah, menjaga sikap saling menghormati, serta menolak segala bentuk bullying, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba.
Zulkarnain berharap nilai-nilai yang ditanamkan selama MPLS tidak hanya diterapkan selama kegiatan berlangsung, tetapi menjadi budaya yang terus dijaga oleh seluruh warga sekolah.
“Kami ingin SMK Negeri Sumatera Selatan menjadi sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari bullying maupun narkoba. Dengan lingkungan yang positif, siswa dapat belajar dengan nyaman, mengembangkan potensinya, dan meraih prestasi yang membanggakan,” tutupnya.

0 Komentar