PALEMBANG, gesahannusantara.com – Setelah lebih dari dua dekade vakum, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) kembali bangkit. Momentum kebangkitan itu ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APPSI se-Sumatera Selatan, DPD APPSI Kota Palembang, komisariat pasar, serta Koperasi APPSI masa bakti 2025–2030 yang digelar di Aula STIFI Bhakti Pertiwi Palembang, Sabtu (1/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi tonggak dimulainya kembali perjuangan organisasi dalam membela hak-hak pedagang pasar tradisional, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengawal distribusi barang bersubsidi, hingga mendorong revitalisasi pasar rakyat sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.
Polda Sumsel Ajak Seluruh Elemen Bersatu Menjaga Kamtibmas
Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Harian DPP APPSI, Doni Kohar Mudzakir, dan dihadiri Ketua DPW APPSI Sumatera Selatan, Ir. H. Ishak Mekki, M.M., didampingi Sekretaris DPW APPSI Sumsel Irwansyah Masri, B.Sc., bersama jajaran pengurus, pemerintah daerah, serta para pedagang pasar dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ben Rizal DT Rajo Penghulu resmi dilantik sebagai Ketua DPD APPSI Kota Palembang periode 2026–2030, didampingi Nofriandi Tanjung, ST., MT. sebagai Sekretaris.
Ketua Harian DPP APPSI, Doni Kohar Mudzakir, mengatakan pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal kebangkitan organisasi yang selama 22 tahun nyaris tidak beraktivitas.
“Sudah 22 tahun kita seperti tidur. Kini saatnya bangun dan kembali memperjuangkan pedagang pasar. Saya tidak ingin APPSI hanya menjadi organisasi papan nama. Pengurus harus turun langsung ke pasar, membentuk sekretariat dan komisariat, mendengar keluhan pedagang, memantau harga, serta melaporkan setiap persoalan kepada pemerintah,” tegas Doni.
Menurutnya, APPSI harus menjadi organisasi yang benar-benar hadir di tengah masyarakat. Selain memperjuangkan kesejahteraan pedagang, APPSI juga akan menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengawasi distribusi barang bersubsidi, dan memastikan pasar tradisional tetap menjadi pusat ekonomi rakyat.
Doni juga mengungkapkan bahwa APPSI akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada Oktober mendatang di Jakarta yang akan dihadiri sekitar 10.000 komisariat pasar dari seluruh Indonesia. Munas tersebut menjadi bagian dari konsolidasi nasional untuk memperkuat peran APPSI di berbagai daerah.
Ketua DPW APPSI Sumatera Selatan, Ishak Mekki, menegaskan bahwa kebangkitan APPSI harus membawa manfaat nyata bagi pedagang pasar. Menurutnya, organisasi ini memiliki tanggung jawab besar mengawal distribusi kebutuhan pokok bersubsidi, menjaga stabilitas harga, serta memperjuangkan keberlangsungan pasar tradisional.
“Kalau terjadi kelangkaan beras subsidi atau minyak goreng subsidi, APPSI harus hadir mencari penyebabnya. Kita harus memastikan hak masyarakat terpenuhi. Pasar tradisional adalah ujung tombak ekonomi rakyat yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia juga menilai keberadaan pasar tradisional harus mendapat perhatian serius di tengah semakin pesatnya perkembangan minimarket modern. Karena itu, APPSI akan terus mendorong pemerintah melakukan revitalisasi pasar agar lebih bersih, nyaman, aman, dan mampu bersaing tanpa menghilangkan karakter pasar rakyat.
Sementara itu, Pemerintah Kota Palembang menyatakan siap bersinergi dengan APPSI dalam meningkatkan kualitas pasar tradisional. Wali Kota Palembang yang diwakili Staf Ahli Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum, dan HAM, H. Edison, S.Sos., M.Si., menyebut pasar rakyat masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan sumber penghidupan ribuan keluarga.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan APPSI diharapkan mampu mempercepat pemberdayaan pedagang melalui peningkatan akses pembiayaan, penguatan pemasaran, pemanfaatan teknologi, hingga perbaikan sarana dan prasarana pasar.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru hingga tingkat komisariat pasar, APPSI optimistis mampu mengembalikan perannya sebagai organisasi perjuangan pedagang. Kebangkitan setelah 22 tahun vakum diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mengembalikan kejayaan pasar tradisional di Sumatera Selatan.

0 Komentar