Adapun perlombaan yang diselenggarakan meliputi cerdas cermat dan storytelling. Kedua cabang tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan penguasaan pengetahuan budaya, kemampuan mengolah informasi, serta keterampilan menyampaikan cerita secara kreatif dan komunikatif.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia turut melibatkan dewan juri profesional guna memastikan proses penilaian berlangsung objektif sesuai kemampuan masing-masing peserta.
Cegah Karhutla, Personel Polsek Plaju Giat Sosialisasi Maklumat Kapolda Sumsel ke Masyarakat
Likwanyu mengungkapkan, antusiasme peserta menjadi dorongan bagi Disdik Sumsel untuk terus mengembangkan kegiatan literasi budaya di lingkungan pendidikan, khususnya jenjang SMK.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi dapat menjadi program berkelanjutan yang memberikan dampak terhadap peningkatan wawasan dan kepedulian pelajar terhadap kebudayaan daerah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Dengan begitu, semakin banyak pelajar SMK yang mengenal, memahami, dan memiliki kepedulian untuk melestarikan kebudayaan daerah,” ujarnya.
Melalui penguatan literasi budaya, Disdik Sumsel ingin memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik dan keterampilan, tetapi juga generasi yang memahami identitas daerahnya.
Sebab, warisan budaya tidak cukup hanya dipertahankan melalui dokumentasi dan kegiatan pelestarian. Pengetahuan, kecintaan, serta keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar kekayaan budaya Sumatera Selatan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

0 Komentar