OLAHRAGA

Hashim Djojohadikusumo Lantik Srikandi Jaga Desa, Fokus Pemberdayaan Perempuan di Desa

Oleh ARI ANSAYAH
👁 0 Views
💬 0 Komentar
4 Menit Baca

Gesahannusantara – Pada Jumat, 3 Juli 2026, di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Hashim Djojohadikusumo, pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, bersama Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Nasional (ABPEDNAS), Adhitya Yusma Perdana, secara resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan. Acara pelantikan ini menandai langkah awal penguatan organisasi perempuan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan.

Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan merupakan sayap resmi ABPEDNAS, yang dibentuk untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dalam pembangunan desa, meningkatkan ketahanan sosial, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta memperluas partisipasi perempuan dalam pembangunan berkelanjutan. Konsep ini menempatkan perempuan sebagai pilar utama dalam pembangunan nasional, dimulai dari tingkat desa.

Para tamu undangan yang hadir mencakup Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani, serta Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa Sherly Tjoanda Laos. Kehadiran mereka menegaskan dukungan kuat terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional berbasis desa.

Sebelum pembacaan susunan kepengurusan, Sekjen DPP ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana membuka prosesi dengan pantun bertema persatuan dan semangat kebangsaan. Ia mengucapkan, “Timur ke barat, selatan ke utara, bersama Srikandi Jaga Desa membangun desa menata kota, bersama Bapak Prof. Reda selamanya,” dan dilanjutkan, “Makan sambal roa di Minahasa, terima kasih Bapak Hashim berkenan membina, ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, jaga Indonesia jangan lupa bahagia.” Pantun tersebut disambut meriah oleh para tamu undangan.

Dalam pidato utamanya, Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa pembangunan nasional yang kuat harus dimulai dari desa dengan melibatkan perempuan sebagai pilar utama. Ia berkata, “Ketahanan nasional yang kuat berawal dari ketahanan desa. Di situlah perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga moral keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.” Menurut Hashim, perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hal tersebut menjadi fondasi bagi terwujudnya desa yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat. Ia menyatakan, “Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan memiliki suara yang lebih kuat dalam menentukan masa depan desanya.” Pernyataan ini menyoroti peran perempuan dalam memperkuat struktur sosial dan ekonomi di tingkat lokal.

Sementara itu, Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ia menegaskan, “Penguatan ekonomi perempuan desa harus ditopang oleh tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Dengan manajemen yang kuat, setiap program dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.” Maya menambahkan bahwa kejelasan struktur keuangan dan pelaporan rutin akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.

Pelantikan ini juga menandai komitmen ABPEDNAS untuk memperluas jaringan Srikandi Jaga Desa ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan dukungan para pemimpin daerah dan tokoh nasional, organisasi ini berencana untuk memperkuat kapasitas perempuan di desa melalui pelatihan kepemimpinan, peningkatan akses keuangan mikro, dan pengembangan program UMKM yang berkelanjutan.

Kegiatan pelantikan diakhiri dengan sesi foto bersama, di mana para pemimpin baru Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan berdiri berdampingan dengan Hashim Djojohadikusumo dan Adhitya Yusma Perdana. Foto tersebut menjadi simbol persatuan dan tekad bersama untuk mewujudkan desa yang lebih baik melalui pemberdayaan perempuan.

Dengan pelantikan ini, Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan resmi memasuki fase baru, siap memperkuat pembangunan desa melalui peran aktif perempuan. Organisasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dalam memanfaatkan potensi perempuan sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput. Melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan kebijakan, diharapkan program-program Srikandi Jaga Desa dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat desa, memperkuat ketahanan sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar