Palembang, Gesahannusantara – Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas di Mapolrestabes Palembang, Selasa (28/7/2026), dengan melibatkan 672 elemen masyarakat untuk memperkuat stabilitas keamanan kota.
Apel Besar Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Mapolrestabes Palembang pada Selasa sore menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur Forkopimda, TNI, kejaksaan, pengadilan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan mahasiswa, buruh, dan pengemudi ojek daring.
672 Elemen Masyarakat Bersatu
Sebanyak 672 perwakilan dari berbagai komunitas hadir dalam apel ini, di antaranya Cakar Sriwijaya, Harimau Sumatera, PMPB, GBRS, PP, Perkasa Guard, mahasiswa Cipayung Plus, Komunitas Emak-Emak Melawan, buruh, serikat pekerja, serta komunitas pengemudi ojek daring. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Palembang.
Dalam amanatnya, Kapolda Sumsel menekankan pentingnya persatuan sebagai benteng sosial dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan. “Kita tidak perlu menjadi seorang Superman, tetapi yang kita butuhkan adalah sebuah Super Team. Jadikanlah ‘Sabuk Kamtibmas’ ini sebagai pengikat yang memelihara persatuan dan kesatuan, serta benteng sosial yang menjaga kehidupan dari segala bentuk potensi gangguan Kamtibmas,” tegas Irjen Sandi.
Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Ia menekankan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diungkap, tetapi juga dari keberhasilan mencegah terjadinya kejahatan.
Penghargaan dan Peluncuran Aplikasi Ampera 247
Dalam rangkaian kegiatan, Kapolda Sumsel menyerahkan penghargaan kepada dua warga yang berjasa menggagalkan aksi pencurian dengan kekerasan. Selain itu, lima unit sepeda motor dan satu telepon genggam hasil pengungkapan kasus dikembalikan secara simbolis kepada pemiliknya.
Acara juga diisi dengan pemusnahan barang bukti narkoba berupa sabu seberat 19.493,44 gram dan 352 butir pil ekstasi. Sebagai inovasi layanan digital, Polrestabes Palembang meluncurkan Aplikasi Ampera 247 yang diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kepolisian.
Doni Saputra, perwakilan komunitas ojek daring, menyambut baik program ini. “Kami yang setiap hari mencari nafkah di jalan merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Kami siap menjadi mata dan telinga Polri di lapangan, karena keamanan jalan juga menjadi keamanan rezeki kami,” ujarnya.
Senada, Suryadi dari perwakilan buruh dan serikat pekerja menyatakan dukungan penuh terhadap imbauan Kapolda untuk tidak mudah terprovokasi. Ia menegaskan bahwa persatuan pekerja dan sinergi dengan Polri adalah kunci menciptakan iklim kerja yang kondusif.
Komitmen Bersama untuk Stabilitas Keamanan
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa arahan Kapolda adalah panggilan bersama bagi seluruh elemen masyarakat. “Pertahanan kamtibmas yang paling kokoh bukanlah senjata, melainkan persatuan warganya,” tegasnya.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan kunjungan ke stand UMKM, bakti kesehatan, dan produk inovasi pakan ternak berbahan eceng gondok hasil kerja sama dengan Universitas Sriwijaya. Semua ini menunjukkan komitmen Polda Sumsel untuk menghadirkan Kota Palembang yang aman, damai, dan kondusif.
Dengan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae”, Apel Besar Sabuk Kamtibmas menjadi bukti nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan Kota Palembang dari berbagai ancaman, termasuk provokasi dan hoaks.

0 Komentar