BISNIS

Ketua DPD RI Dorong Generasi Muda Menjadi Pemimpin Hijau di Puncak Internasional

Oleh ARI ANSAYAH
👁 0 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

Gesahannusantara – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin, mengajak generasi muda dari berbagai negara menjadi motor penggerak kepemimpinan hijau guna menjawab tantangan krisis iklim global. Ajakan tersebut disampaikan pada pembukaan International Green Youth Leaders Summit (IGYLS) 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 8 Juli 2026.

Sultan menegaskan bahwa masa depan Bumi tidak ditentukan hanya oleh ide-ide yang lahir, melainkan oleh keberanian generasi muda mengubah gagasan menjadi aksi nyata. “Forum ini bukan sekadar mempertemukan anak muda dari berbagai negara, tetapi menjadi ruang untuk melahirkan kolaborasi, kepemimpinan, dan aksi nyata bagi masa depan bumi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa krisis iklim saat ini tidak lagi dapat dipandang semata sebagai persoalan lingkungan, melainkan mempengaruhi kesehatan, pangan, ekonomi, hingga kualitas demokrasi.

Dalam pidatonya, Sultan menyoroti pentingnya setiap kebijakan publik menjadikan krisis iklim sebagai landasan moral. “Dunia hari ini tidak kekurangan orang cerdas. Dunia justru kekurangan pemimpin yang jujur, peduli, dan berani bertanggung jawab,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak cukup hanya mengejar popularitas; masa depan bangsa dan dunia dibangun oleh pemimpin yang dipercaya karena integritasnya. “Jangan hanya menjadi generasi yang viral. Jadilah generasi yang bernilai. Bangsa dan dunia tidak dibangun oleh popularitas sesaat, tetapi oleh integritas yang konsisten,” tambahnya.

Sultan juga menegaskan bahwa anak muda bukan pewaris masalah, melainkan pemilik solusi. “Masa depan tidak dapat diselamatkan oleh satu negara atau satu generasi saja. Kita harus bergerak bersama membangun masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, parlemen, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda, untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan global.

Di sela-sela acara, Sultan menyoroti peran penting kolaborasi lintas negara dalam mencetak pemimpin muda yang memiliki integritas, kepedulian terhadap lingkungan, serta keberanian mengambil keputusan demi masa depan dunia berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa IGYLS 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan dan sinergi antar negara, sehingga dapat menghasilkan aksi nyata yang berdampak luas.

Sultan juga menekankan bahwa solusi terhadap krisis iklim memerlukan pendekatan holistik. Ia mengajak peserta untuk memikirkan kebijakan yang tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan, kesehatan, dan ekonomi. “Krisis iklim memaksa kita untuk memikirkan ulang sistem produksi, distribusi, dan konsumsi. Kita harus menciptakan model-model baru yang berkelanjutan dan adil,” kata Sultan.

Acara tersebut juga menampilkan presentasi tentang inisiatif DPD RI terkait pengembangan Bandar Antariksa Biak melalui kemitraan Indonesia–Rusia, serta upaya perlindungan pekerja migran yang dimulai dari daerah. Meskipun fokus utama adalah kepemimpinan hijau, Sultan menekankan bahwa semua upaya tersebut saling terkait dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

Para peserta IGYLS 2026, yang berasal dari lebih dari dua puluh negara, menyambut hangat ajakan Sultan. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas negara untuk mengatasi krisis iklim. Beberapa di antaranya berencana mengimplementasikan proyek-proyek hijau di komunitas mereka, seperti kebun kota, sistem energi terbarukan, dan program edukasi lingkungan.

Sultan menutup pidatonya dengan harapan bahwa generasi muda akan menjadi agen perubahan yang berani dan visioner. Ia mengajak semua pihak untuk tidak hanya memikirkan solusi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk generasi mendatang. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Bumi. Mari kita bersatu, berinovasi, dan bertindak sekarang, sebelum terlambat,” tutupnya.

Dengan semangat yang tinggi, IGYLS 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat gerakan hijau global. Melalui kolaborasi yang terintegrasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta kebijakan dan aksi nyata yang mampu menanggulangi krisis iklim dan menciptakan masa depan yang lebih hijau bagi seluruh umat manusia.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar