*Polres Pagar Alam Perkuat Sinergi TNI-Forkopimda Hadapi Ancaman Bencana dan Karhutla*
TNI-Polri dan Forkopimda Pagar Alam Bersatu Cegah KarhutlaPolres Pagar Alam Siapkan Personel dan Sarana Hadapi Bencana
Pagar Alam β Polres Pagar Alam menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Aula Wirasatya 96 Polres Pagar Alam, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro dan dihadiri Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha, S.H., M.Kn., Pabung, unsur TNI serta jajaran Forkopimda Kota Pagar Alam.
Rakor tersebut digelar sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan dan sinergitas lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam serta Karhutla, khususnya memasuki kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Kota Pagar Alam.
Dalam rapat dipaparkan pemetaan daerah rawan Karhutla yang meliputi lima kecamatan. Di Kecamatan Pagar Alam Utara mencakup Kelurahan Dempo Makmur, Selibar dan Alun Dua; Kecamatan Pagar Alam Selatan meliputi Tumbak Ulas, Gunung Dempo dan Besem Serasan; Kecamatan Dempo Utara meliputi Muara Siban, Agung Lawangan, Rebah Tinggi dan Tanjung Keling; Kecamatan Dempo Tengah meliputi Candi Jaya, Jokoh dan Padang Temu; serta Kecamatan Dempo Selatan meliputi Atung Bungsu, Pelangau dan Perahu Dipo.
Selain pemetaan wilayah, rapat juga membahas rencana penguatan personel dan sarana pendukung melalui sistem rayonisasi. Sebanyak dua zona disiapkan untuk mempercepat mobilisasi personel dan sarana apabila terjadi bencana, sekaligus memperkuat pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi Karhutla.
Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro menegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kesiapan sejak dini. βKita tidak boleh menunggu bencana terjadi. Pencegahan, pemantauan dan koordinasi harus dilakukan sejak awal agar ketika terjadi situasi darurat, seluruh unsur dapat bergerak cepat dan terpadu,β tegasnya.
Ke depan, Polres Pagar Alam bersama TNI, Pemerintah Kota, BPBD dan unsur terkait akan meningkatkan patroli serta pemantauan di wilayah rawan, mengoptimalkan sistem rayonisasi, memperkuat sosialisasi kepada masyarakat dan meningkatkan koordinasi dalam penanganan bencana. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah meluasnya Karhutla sekaligus mempercepat respons apabila terjadi bencana di wilayah Kota Pagar Alam. (H)
0 Komentar