POLITIK

PTBA dan Pemerintah Sumatera Selatan Rencanakan Dua Flyover di Muaraenim untuk Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Oleh ARI ANSAYAH
👁 1 Views
💬 0 Komentar
4 Menit Baca

Gesahannusantara – Pada hari Senin, 6 Juli 2026, Direktur Utama PT Bukit Asam (PTBA) Bambang Ismawan dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menandai dimulainya pembangunan dua flyover di Kabupaten Muaraenim. Flyover tersebut akan dibangun di perlintasan sebidang Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 99 Simpang Belimbing dan JPL 111 Ujan Mas. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan kereta api serta memperlancar mobilitas masyarakat dan operasional angkutan batu bara di wilayah tersebut.

Proyek ini merupakan bagian dari komitmen PTBA dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Menurut Bambang, pembangunan flyover tidak sekadar proyek infrastruktur, melainkan wujud nyata PTBA dalam menjaga keselamatan masyarakat yang beraktivitas di kawasan perlintasan kereta api angkutan batu bara. Ia menegaskan bahwa PKS ini menjadi landasan pelaksanaan proyek secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan keselamatan.

Untuk flyover JPL 99 Simpang Belimbing, PTBA telah menyempurnakan desain konstruksi dari rancangan awal menjadi desain baru dengan panjang bentang sekitar 654 meter dan lebar total 12,5 meter. Desain tersebut menggunakan material yang lebih andal sehingga mampu memenuhi kebutuhan lalu lintas dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan aspek keselamatan pengguna jalan. Selain itu, PTBA juga memastikan dukungan terhadap penyelesaian pembangunan flyover JPL 111 Ujan Mas melalui mekanisme dan tata kelola yang sama. Langkah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Bambang menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kedua flyover tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pendanaan maupun aspek teknis, tetapi juga bergantung pada sinergi dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga sinergi dan koordinasi yang telah terbangun dengan baik agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar. Ia berharap kehadiran flyover ini dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kabupaten Muaraenim dan Sumatera Selatan pada umumnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi kolaborasi antara PTBA, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurut Herman Deru, pembangunan dua flyover tersebut merupakan bukti nyata sinergi antara sektor publik dan swasta dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah Sumatera Selatan. Ia menegaskan bahwa proyek ini akan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan efisiensi transportasi.

Pembangunan flyover ini juga diharapkan dapat mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan kereta api, yang sering menjadi titik rawan bagi kecelakaan lalu lintas. Dengan adanya flyover, kendaraan bermotor dapat melintasi jalur kereta api tanpa harus menunggu sinyal atau menurunkan kecepatan, sehingga mengurangi risiko tabrakan. Selain itu, flyover juga akan mempermudah pergerakan barang dan penumpang, khususnya bagi industri batu bara yang beroperasi di kawasan tersebut.

PTBA telah menunjukkan komitmen kuat dalam melaksanakan proyek ini dengan memprioritaskan keselamatan dan kualitas konstruksi. Perusahaan mengutamakan penggunaan material yang tahan lama dan teknologi konstruksi terkini untuk memastikan flyover dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang. Selain itu, PTBA juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga berperan aktif dalam memfasilitasi proses perizinan dan koordinasi antara pihak-pihak terkait. Pemerintah setempat akan memastikan bahwa pembangunan flyover tidak mengganggu aktivitas industri dan transportasi yang sudah berjalan. Selain itu, pemerintah juga akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk memastikan bahwa proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai anggaran.

Dengan adanya dua flyover yang akan dibangun di Muaraenim, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas, memperlancar mobilitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Selatan. Proyek ini menjadi contoh sinergi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Penandatanganan PKS antara PTBA dan Pemerintah Sumatera Selatan menandai awal perjalanan proyek ini, yang diharapkan dapat selesai pada tahun 2028. Dengan demikian, masyarakat Muaraenim dan sekitarnya akan segera merasakan dampak positif dari peningkatan infrastruktur yang lebih aman dan efisien.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar