PALEMBANG, gesahannusantara.com – SMA Negeri 4 Palembang berupaya memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) 2026 berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Sebanyak 360 murid mengikuti evaluasi tersebut sebagai bagian dari upaya mengukur kemampuan akademik sekaligus memetakan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan TKA dan AN ini menjadi salah satu momentum penting bagi sekolah untuk melihat sejauh mana proses pendidikan yang selama ini berlangsung mampu memberikan hasil sesuai dengan target yang diharapkan.
Kepala SMAN 4 Palembang, Sutami Hamdani, M.Pd., mengatakan pihak sekolah memberikan perhatian serius terhadap seluruh tahapan pelaksanaan. Mulai dari kesiapan peserta, pengaturan jadwal, hingga pengawasan ujian dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib dan sesuai ketentuan.
Menurutnya, pelaksanaan evaluasi tahun ini dibagi menjadi dua gelombang guna menjaga kelancaran serta menciptakan suasana ujian yang kondusif.
Pada gelombang pertama, tercatat sebanyak 216 murid mengikuti ujian. Sementara gelombang kedua diikuti 144 murid. Dengan demikian, total peserta yang terlibat dalam pelaksanaan TKA dan AN di SMAN 4 Palembang mencapai 360 murid.
Meski secara umum berlangsung tertib, pelaksanaan ujian sempat dihadapkan pada kendala teknis pada hari kedua, tepatnya 27 Oktober 2026. Gangguan tersebut berdampak terhadap pelaksanaan ujian mata pelajaran Bahasa Inggris serta pengisian Survei Lingkungan Belajar.
Namun, kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Pihak sekolah segera mengambil langkah tindak lanjut dengan menggelar ujian susulan pada 30 Oktober 2026 bagi peserta yang terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh murid tetap memperoleh kesempatan mengikuti evaluasi secara utuh tanpa kehilangan haknya akibat kendala teknis di luar kendali peserta.
Sutami menegaskan, sekolah mendukung penuh pelaksanaan TKA dan AN karena keduanya memiliki peran penting dalam memberikan gambaran mengenai capaian pendidikan.
“Kami dari pihak sekolah sangat mendukung dan menyambut baik pelaksanaan TKA dan AN. Evaluasi dengan sistem yang transparan ini sangat krusial, karena mampu memetakan serta mengukur kemampuan akademik murid secara lebih objektif dan terstandar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil evaluasi tersebut tidak semata-mata menjadi gambaran pencapaian individu murid, tetapi juga dapat menjadi bahan refleksi bagi sekolah dalam melihat efektivitas proses pembelajaran.
Melalui hasil yang diperoleh, sekolah diharapkan dapat mengidentifikasi aspek pembelajaran yang sudah berjalan baik maupun bagian yang masih membutuhkan peningkatan. Dengan demikian, evaluasi tidak berhenti pada pelaksanaan ujian, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui perbaikan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pihak sekolah juga berharap hasil TKA yang diperoleh para murid dapat menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Sutami menaruh harapan agar capaian akademik yang baik mampu memperbesar peluang lulusan SMAN 4 Palembang untuk menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN), termasuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Tidak hanya berdampak bagi peserta didik, hasil evaluasi tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas Rapor Pendidikan SMAN 4 Palembang.
Karena itu, ia mengingatkan para murid agar tidak memandang TKA dan AN sekadar sebagai agenda rutin sekolah. Kesiapan, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap tata tertib menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan evaluasi.
“Kami berpesan kepada anak-anak agar senantiasa mempersiapkan diri dengan matang dan wajib mematuhi seluruh tata tertib pelaksanaan TKA dan AN. Kedisiplinan akan berbuah pada hasil yang maksimal dan membanggakan,” pungkasnya.
Dengan pelaksanaan yang mengedepankan ketertiban, objektivitas, dan pemenuhan hak peserta, SMAN 4 Palembang berharap hasil evaluasi tahun ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan lulusan yang lebih kompetitif.
PALEMBANG, gesahannusantara.com – Bukan sekadar menuntaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA), SMA Negeri 12 Palembang menjadikan momentum ujian tersebut sebagai bagian dari strategi besar mempersiapkan siswa kelas XII menembus perguruan tinggi negeri. Dengan pembinaan akademik sejak Agustus, sekolah ini memasang target ambisius: seluruh siswa yang mengikuti seleksi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dapat diterima di perguruan tinggi.
Target tersebut bukan tanpa persiapan. SMAN 12 Palembang telah membangun pola pembinaan akademik secara berkelanjutan, salah satunya melalui program latihan soal atau tryout (TO) rutin setiap Jumat menggunakan aplikasi sistem informasi mandiri bernama Si Dubels.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 12 Palembang, Muhamad Dani, S.Pd., mengatakan, program tersebut dirancang untuk membiasakan siswa menghadapi karakter soal dengan tingkat kesulitan tinggi. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengandalkan penguasaan materi pelajaran, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan kemampuan mengelola waktu saat menghadapi ujian.
Menurut Dani, dampak persiapan tersebut mulai terlihat dalam pelaksanaan TKA tahun ini. Jika pada pelaksanaan sebelumnya sebagian siswa masih mengeluhkan tingkat kesulitan soal, kali ini mereka dinilai lebih tenang dan percaya diri.
“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, sekarang anak-anak lebih rileks. Karena sejak Agustus mereka sudah kita persiapkan melalui tryout setiap Jumat menggunakan aplikasi Si Dubels. Soal-soalnya juga dibuat dengan standar kesulitan yang tinggi, bahkan ada yang lebih sulit dari ujian sebenarnya,” jelas Dani.
Tahun ini, TKA diikuti 193 siswa kelas XII. Terdapat satu siswa berkebutuhan khusus yang tidak diwajibkan mengikuti ujian berdasarkan kondisi dan ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan TKA dibagi menjadi dua gelombang dengan pengaturan sesi yang disesuaikan jadwal masing-masing. Materi ujian meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, serta mata pelajaran pilihan.
Secara umum, pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut berlangsung tertib dan lancar. Meski sempat terjadi gangguan server pada Selasa, sesi pertama gelombang pertama, kendala tersebut tidak mengganggu keseluruhan rangkaian pelaksanaan.
Dani menjelaskan, gangguan teknis tersebut juga dialami sejumlah sekolah lain sehingga pelaksanaan sesi yang terdampak dijadwalkan ulang pada Jumat.
“Kalau dari pihak sekolah aman dan lancar. Memang pada hari kedua, tepatnya gelombang satu sesi pertama hari Selasa, terjadi kendala server. Namun, kendala itu terjadi hampir di semua sekolah sehingga sesi tersebut dijadwalkan ulang pelaksanaannya pada hari Jumat,” ungkapnya.
Pengawasan Ketat, Integritas Ujian Jadi Prioritas
Di tengah upaya meningkatkan capaian akademik, SMAN 12 Palembang juga menempatkan integritas sebagai bagian penting dalam pelaksanaan TKA. Sekolah menerapkan pengawasan berlapis untuk memastikan seluruh peserta mengikuti ujian sesuai prosedur dan terhindar dari praktik kecurangan.
Sebelum memasuki ruang ujian, siswa diwajibkan meninggalkan seluruh barang bawaan di ruangan khusus yang telah disediakan. Telepon genggam, alat komunikasi, kalkulator, maupun perangkat lain yang berpotensi digunakan sebagai alat bantu tidak diperkenankan dibawa ke ruang ujian.
“Anak-anak tidak diperbolehkan membawa alat bantu apa pun yang bisa memicu kecurangan. Semua HP, alat komunikasi, dan kalkulator ditinggalkan di ruangan steril. Saat masuk ruang ujian, mereka hanya membawa alat tulis dan kartu login,” tegas Dani.
Pengawasan juga dilakukan secara virtual oleh penyelia dari kementerian pusat melalui platform Zoom atau Google Meet. Sementara itu, proktor dan teknisi sekolah tidak diperkenankan berada di dalam ruang ujian selama proses berlangsung, kecuali apabila diperlukan bantuan teknis sesuai ketentuan.
Skema tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga objektivitas pelaksanaan ujian sekaligus memastikan hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan akademik peserta.
Target Tinggi, Seluruh Siswa Didorong Tembus Kampus
Bagi SMAN 12 Palembang, TKA bukan menjadi titik akhir proses pembelajaran, melainkan salah satu tahapan untuk mengukur kesiapan siswa menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.
Karena itu, sekolah berharap pembinaan yang telah dilakukan selama beberapa bulan dapat memberikan dampak nyata terhadap hasil seleksi nasional. Tidak hanya mendorong siswa memperoleh hasil akademik yang baik, tetapi juga memperbesar peluang mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dani menegaskan, target tersebut merupakan harapan besar Kepala SMAN 12 Palembang, Pungki, agar seluruh siswa yang mengikuti jalur SNBP maupun SNBT dapat memperoleh kesempatan terbaik untuk diterima di perguruan tinggi.
“Target kami dari sekolah, dan ini juga harapan Ibu Kepala Sekolah, 100 persen anak yang mengikuti jalur SNBP maupun SNBT nanti bisa lulus dan diterima di perguruan tinggi,” pungkasnya.
Dengan persiapan akademik yang dimulai lebih awal, evaluasi melalui tryout rutin, serta penguatan kedisiplinan dan integritas, SMAN 12 Palembang kini mengarahkan seluruh upaya pada satu sasaran besar: mengantarkan sebanyak mungkin peserta didik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik.

0 Komentar