PALEMBANG, gesahannusantara.com – SMA Negeri Sumatera Selatan (SMAN Sumsel) memperkuat strategi pembelajaran dan pendampingan akademik siswa untuk mengoptimalkan peluang masuk perguruan tinggi favorit. Melalui latihan soal intensif, kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar, hingga penerapan tutor sebaya, sekolah berbasis asrama ini menargetkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang maksimal.
Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada kesiapan siswa menghadapi ujian, tetapi juga pada penguatan kemampuan akademik sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Korban Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
Wakil Kepala Kurikulum SMAN Sumsel, Novianti Islahiah, S.Pd., M.Ed., mengatakan sekolah telah mempersiapkan berbagai kebutuhan pelaksanaan TKA secara menyeluruh. Kesiapan panitia, sarana, dan prasarana pendukung disebut telah mencapai 100 persen.
“Persiapan sudah kami lakukan sejak jauh hari. Mulai dari kesiapan panitia, penataan ruangan, penempelan nomor peserta, hingga instalasi ExamBrowser pada perangkat komputer yang digunakan untuk ujian daring,” ujarnya.
Menurut Novianti, kesiapan teknis menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan pelaksanaan TKA berlangsung tertib dan lancar. Sekolah berupaya meminimalkan potensi kendala agar siswa dapat berkonsentrasi penuh saat mengerjakan soal.
SMAN Sumsel dijadwalkan mengikuti TKA Gelombang I pada 26–29 April. Pelaksanaan ujian direncanakan berlangsung dengan pembagian sesi kedua hingga sesi ketiga, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, sesuai jadwal yang ditetapkan.
Di sisi akademik, sekolah menyiapkan pola pembelajaran yang lebih intensif melalui latihan soal atau drilling untuk membiasakan siswa menghadapi karakteristik dan tingkat kesulitan soal TKA. Upaya ini dilakukan melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan studi malam yang menjadi bagian dari rutinitas siswa di asrama.
Sekolah juga menjalin kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar eksternal, antara lain BTA dan Ruangguru. Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti simulasi atau tryout serta mengakses paket latihan soal TKA dengan biaya yang lebih terjangkau.
Novianti menjelaskan, latihan berulang diharapkan membantu siswa mengenali pola soal, meningkatkan ketepatan menjawab, serta mengelola waktu selama ujian. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga memiliki strategi dalam menyelesaikan soal secara efektif.
Selain pendampingan dari guru dan lembaga bimbingan belajar, SMAN Sumsel mengoptimalkan metode tutor sebaya atau peer tutoring. Melalui metode ini, siswa yang lebih menguasai materi dapat membantu teman-temannya memahami konsep dan berbagi strategi penyelesaian soal.
Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif. Siswa tidak hanya berkompetisi untuk meraih hasil terbaik, tetapi juga saling mendukung dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Status SMAN Sumsel sebagai sekolah berasrama turut menjadi salah satu faktor pendukung persiapan. Sistem boarding school memungkinkan kegiatan pembelajaran dan pendampingan akademik berlangsung secara tatap muka, termasuk melalui program belajar malam yang terstruktur.
Dengan pola tersebut, sekolah dapat menjaga kesinambungan proses belajar sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk memperdalam materi di luar jam pembelajaran reguler.
Novianti menegaskan, kesiapan fasilitas harus diimbangi dengan keseriusan siswa dalam mengikuti TKA. Ia mengingatkan para peserta agar memanfaatkan waktu persiapan sebaik mungkin dan mengerjakan setiap soal dengan sungguh-sungguh.
TKA dinilai memiliki peran penting dalam mendukung proses seleksi pendidikan lanjutan, terutama sebagai salah satu instrumen untuk memvalidasi capaian akademik siswa. Karena itu, hasil yang optimal diharapkan dapat memperkuat peluang mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tujuan.
Sekolah juga berharap pelaksanaan ujian tidak terkendala persoalan teknis, khususnya yang berkaitan dengan server pusat dan sistem ujian daring. Selain kesiapan perangkat, kondisi kesehatan siswa turut menjadi perhatian agar mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan baik, terlebih di tengah kondisi cuaca dan potensi kabut asap yang dapat memengaruhi kenyamanan beraktivitas.
Optimisme sekolah dalam menghadapi TKA turut ditopang oleh catatan capaian alumni. SMAN Sumsel mencatat sekitar 98 persen alumninya berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berdasarkan data yang disampaikan pihak sekolah.
Sejumlah alumni bahkan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa penuh. Di antaranya, alumni yang diterima di Al-Bukhari International University, Malaysia, melalui beasiswa penuh Baznas, serta alumni yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Makassar melalui program beasiswa khusus bagi anak pekerja sawit.
Sementara itu, sejumlah siswa lainnya masih menunggu kepastian program beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan. Capaian tersebut menjadi salah satu motivasi bagi sekolah untuk terus memperkuat pembinaan akademik dan membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi para siswa.
Melalui persiapan teknis yang matang, penguatan pembelajaran, serta pendampingan yang berkelanjutan, SMAN Sumsel berharap para siswa mampu menunjukkan kemampuan terbaik dalam TKA. Sekolah menargetkan hasil yang maksimal agar semakin banyak lulusan yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi favorit dan memperoleh akses beasiswa sesuai potensi masing-masing.

0 Komentar