BERITA

Polda Sumsel Tangkap Dua Pelaku Pembuatan Situs Palsu Pendaftaran Bhayangkara Run 2026

Oleh ARI ANSAYAH
👁 8 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

Gesahannusantara – Polda Sumatera Selatan berhasil menangkap dua orang yang diduga membuat situs palsu pendaftaran Sumsel Bhayangkara Run 2026, sebuah acara olahraga yang diadakan oleh kepolisian setempat. Penangkapan ini dilakukan oleh Subdirektorat Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel, menandai langkah penting dalam upaya memerangi kejahatan siber di wilayah tersebut.

Kasus ini terungkap setelah panitia penyelenggara menemukan adanya website pendaftaran yang aktif beberapa hari sebelum jadwal resmi pembukaan pendaftaran. Menurut Komandan Komersial Nandang Mu’min Wijaya, panitia baru menjadwalkan pembukaan pendaftaran secara resmi pada 2 Juli 2026. Namun, website palsu tersebut sudah dapat diakses dan menampilkan tampilan yang menyerupai laman resmi pendaftaran kegiatan. Temuan ini segera dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Hasil penyelidikan mengarah ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, di mana dua tersangka, Fadly dan Ferdinand Candra, ditemukan. Fadly diduga berperan sebagai pembuat website tiruan, sedangkan Ferdinand Candra bertugas menyebarkan tautan website tersebut melalui media sosial Instagram. Menurut pernyataan Nandang, pelaku membuat website palsu tersebut menggunakan latar belakang flyer atau pamflet pengumuman Sumsel Bhayangkara Run 2026. Di dalam website itu juga dicantumkan QRIS sebagai sarana pembayaran biaya pendaftaran, sehingga korban dapat melakukan pembayaran melalui aplikasi GoPay.

Penyelidikan menunjukkan bahwa website palsu tersebut dibuat hanya menggunakan telepon seluler. Dari tangan para tersangka, penyidik menyita tiga unit telepon genggam serta akun merchant GoPay yang digunakan sebagai tujuan pembayaran melalui QRIS pada website tersebut. Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan adanya dugaan tindak pidana sehingga perkara ini ditingkatkan ke tahap penyidikan dan kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pada Kamis (9/7/2026), tim kepolisian melakukan penangkapan terhadap Fadly dan Ferdinand Candra. Kedua tersangka masih dititipkan di sel tahanan Polsek Rumbai, Polresta Pekanbaru, Polda Riau, sembari menunggu proses hukum lebih lanjut. Polda Sumsel mengimbau masyarakat agar selalu memastikan informasi dan tautan pendaftaran kegiatan berasal dari kanal resmi penyelenggara guna menghindari menjadi korban penipuan maupun kejahatan siber.

Sementara itu, panitia Bhayangkara Run 2026 menegaskan bahwa pendaftaran resmi akan dibuka pada 2 Juli 2026 melalui situs resmi yang telah terverifikasi. Mereka juga menambahkan bahwa semua biaya pendaftaran akan ditransfer melalui rekening bank resmi, bukan melalui QRIS atau merchant pihak ketiga. Panitia mengajak peserta untuk selalu memeriksa URL dan tanda tangan digital pada situs resmi sebelum melakukan pembayaran.

Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam era digital, di mana penipuan online semakin canggih dan menargetkan berbagai acara publik. Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan teknologi dalam memerangi kejahatan siber, termasuk penyebaran situs palsu yang dapat menimbulkan kerugian finansial bagi masyarakat.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas dalam mencegah penipuan online di Indonesia. Mereka mengingatkan bahwa setiap kali menerima tawaran pendaftaran atau pembayaran online, masyarakat harus memverifikasi keaslian situs dan memastikan bahwa pembayaran dilakukan melalui saluran resmi yang telah disetujui oleh penyelenggara. Hal ini menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari risiko penipuan yang dapat menimbulkan kerugian finansial dan reputasi.

Dengan penangkapan dua pelaku ini, Polda Sumsel berharap dapat memberikan sinyal kuat bahwa kejahatan siber tidak akan dibiarkan begitu saja. Mereka juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam melaporkan dugaan penipuan online kepada pihak berwenang, sehingga tindakan preventif dapat diambil lebih cepat dan efektif.

Penutup: Keberhasilan penangkapan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya bersama antara kepolisian, panitia acara, dan masyarakat dapat mengatasi ancaman penipuan online. Polda Sumsel tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan siber di wilayahnya, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap situs dan link yang tidak resmi. Dengan meningkatkan kesadaran dan kolaborasi, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan, sehingga acara publik seperti Bhayangkara Run 2026 dapat berlangsung dengan aman dan lancar bagi semua peserta.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar