Gesahannusantara – Sebuah speedboat yang mengangkut wisatawan asal India terbalik di lepas pantai Pulau Phu Quoc, Vietnam selatan, pada Sabtu (11 Juli 2026) menewaskan setidaknya 15 orang, sementara puluhan lainnya berhasil dievakuasi. Insiden ini terjadi sekitar 400 meter dari Pulau May Rut Ngoai, salah satu destinasi wisata populer di kawasan Phu Quoc. Menurut laporan AFP, speedboat tersebut membawa 36 orang ketika terbalik. Operasi pencarian dan penyelamatan segera dilaksanakan oleh tim penjaga pantai dan sejumlah kapal wisata yang langsung dikerahkan.
Sejumlah penumpang berhasil diselamatkan dari laut. Surat kabar Tuoi Tre, mengutip keterangan kepolisian setempat, melaporkan bahwa 21 orang telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Semua korban meninggal dunia merupakan warga negara India. Kedutaan Besar India di Vietnam membenarkan bahwa kapal tersebut membawa sejumlah wisatawan asal India. Namun, pihak kedutaan menyatakan masih berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan rincian insiden tersebut.
MPLS SMAN 8 Palembang Jadi Langkah Awal Cetak Generasi Berprestasi, Kepala Sekolah Bidik Dominasi Ajang Akademik dan Nonakademik
Pejabat Provinsi Kien Giang dari Partai Komunis Vietnam, Nguyen Tien Hai, mengatakan pihak berwenang masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti korban selamat maupun korban jiwa. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, speedboat diduga terbalik akibat cuaca buruk yang memicu angin kencang dan gelombang tinggi. Pulau May Rut Ngoai yang berada di selatan Pulau Phu Quoc dikenal sebagai destinasi wisata dengan air laut jernih, pantai berpasir putih, serta terumbu karang yang menjadi lokasi favorit untuk snorkeling dan menyelam. Wisatawan umumnya menuju pulau tersebut menggunakan speedboat dari Pulau Phu Quoc.
Dalam beberapa tahun terakhir, Phu Quoc menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Vietnam. Sepanjang tahun lalu, pulau itu dikunjungi lebih dari 1,8 juta wisatawan mancanegara. Kecelakaan kapal masih kerap terjadi di Vietnam. Faktor cuaca ekstrem, banjir, serta minimnya perawatan armada disebut menjadi penyebab utama sejumlah insiden pelayaran di negara tersebut. Pada Juli tahun lalu, sedikitnya 39 orang tewas setelah kapal wisata yang membawa sejumlah keluarga di Teluk Ha Long, Vietnam utara, terbalik akibat diterjang badai.
Para saksi di pelabuhan Phu Quoc melaporkan bahwa sebelum kejadian, angin kencang mulai bertiup dan ombak mulai melonjak. Speedboat, yang berukuran kecil, tidak mampu menahan arus dan akhirnya terbalik. Banyak penumpang yang terjebak di dalam air dingin, sehingga penyelamatan memerlukan waktu lebih lama. Tim penyelamat menggunakan peralatan penyelamatan darat dan laut, termasuk selam dan perahu cepat, untuk mengevakuasi korban. Meskipun demikian, beberapa penumpang tidak dapat diselamatkan karena kondisi air yang sangat bergelombang.
Kedutaan Besar India di Vietnam mengungkapkan bahwa mereka sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan rincian insiden tersebut. Mereka juga menegaskan bahwa semua korban meninggal dunia merupakan warga negara India. Sementara itu, pejabat provinsi Kien Giang, Nguyen Tien Hai, menegaskan bahwa pihak berwenang masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti korban selamat maupun korban jiwa. Menurut penyelidikan awal, speedboat diduga terbalik akibat cuaca buruk yang memicu angin kencang dan gelombang tinggi.
Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di Vietnam. Pemerintah Vietnam telah menegaskan pentingnya peningkatan standar keselamatan pelayaran, terutama di wilayah wisata. Beberapa pihak menyoroti perlunya peningkatan pemeliharaan armada, pelatihan awak kapal, serta peraturan ketat terkait kondisi cuaca sebelum pelayaran. Di sisi lain, para wisatawan diingatkan untuk selalu memeriksa kondisi cuaca dan mematuhi petunjuk keselamatan yang diberikan oleh operator kapal.
Phu Quoc, yang dikenal dengan pantai berpasir putih dan terumbu karang yang indah, telah menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Namun, insiden ini menyoroti risiko yang masih ada bagi para pelancong, terutama ketika cuaca tidak menentu. Pemerintah Vietnam dan operator wisata diharapkan dapat meningkatkan upaya keselamatan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Dengan kejadian ini, diharapkan semua pihak dapat lebih memperhatikan standar keselamatan pelayaran, serta meningkatkan koordinasi antara otoritas pelabuhan, operator kapal, dan lembaga keselamatan laut. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa dapat dicegah, dan para wisatawan dapat menikmati keindahan Phu Quoc dengan aman dan nyaman.
Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: sumselupdate.com, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.
0 Komentar