PALEMBANG, Gesahannusantara — Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) bersama tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi dua jenazah korban yang diduga terjatuh dari kapal di perairan Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (8/8/2026).
Tim menemukan korban dalam operasi pencarian yang berlangsung sejak pagi. Personel kepolisian, Basarnas, pihak kapal, dan masyarakat menyisir alur Sungai Baung untuk memastikan kedua korban segera ditemukan.
Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi dengan PT Putra Perkasa Abadi untuk Dukung Iklim Investasi
Petugas memulai pencarian setelah apel kesiapan pada pukul 06.30 WIB di Pangkalan Sandar Sei Baung. Personel Sie Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumsel bersama personel Pangkalan Sandar Sei Baung dan Basarnas kemudian menyisir area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban dari TK. ZAFINA MULYA 02.
Sekitar pukul 08.06 WIB, kru kapal bernama Hendri menemukan jasad korban berinisial S. Lokasi penemuan berjarak sekitar satu kilometer dari titik korban diduga jatuh.
Hendri mengamankan jasad korban menggunakan tali pada bodi speed boat agar tidak hanyut. Tim pencarian kemudian mengevakuasi korban ke kapal Basarnas.
Petugas melanjutkan pencarian untuk menemukan korban lainnya. Sekitar pukul 10.50 WIB, Fatur yang ikut melakukan pencarian menggunakan TB. ZAFINA MULYA 01 melihat jasad korban kedua berinisial D mengapung di sekitar lokasi penemuan korban pertama.
Tim segera mengevakuasi kedua korban. Personel kemudian membawa jenazah menggunakan speed boat 40 PK menuju Dermaga Ditpolairud Polda Sumsel.
Sekitar pukul 13.42 WIB, kedua jenazah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani autopsi. Dari pengamatan visual awal di lapangan, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.
Direktur Polairud Polda Sumsel Komisaris Besar Polisi Heru Agung Nugroho, S.I.K., mengatakan seluruh unsur dikerahkan secara optimal bersama Basarnas dan masyarakat untuk mempercepat pencarian serta evakuasi.
“Kami mengerahkan seluruh unsur secara optimal bersama Basarnas dan masyarakat untuk melakukan pencarian cepat dan evakuasi kemanusiaan terhadap korban kecelakaan perairan ini,” ujar Heru di Palembang, Sabtu (8/8/2026).
Ia menilai sinergi kepolisian, Basarnas, pihak kapal, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan setiap kejadian di wilayah perairan.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen Polda Sumsel untuk memberikan pelayanan cepat dan mengutamakan aspek kemanusiaan dalam setiap penanganan insiden.
“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan dan penanganan cepat dalam setiap laporan masyarakat serta mengutamakan kemanusiaan dalam setiap insiden di wilayah perairan hukum Polda Sumatera Selatan,” ujar Nandang di Palembang, Sabtu (8/8/2026).
Nandang juga mengimbau masyarakat, khususnya pekerja di wilayah perairan, agar mengutamakan keselamatan kerja. Penggunaan perlengkapan keselamatan yang memadai dan kewaspadaan selama beraktivitas di atas kapal maupun sekitar perairan perlu menjadi perhatian.
Evakuasi dua korban ini menunjukkan kesiapsiagaan Polda Sumsel bersama unsur SAR dalam menangani kecelakaan perairan. Tim melakukan penanganan secara cepat dan terukur dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas serta penghormatan terhadap korban dan keluarga.

0 Komentar