Polri

Polres OKU Timur Perkuat Pencegahan Karhutla, 116 Titik Api Berhasil Diantisipasi

Oleh ARI ANSAYAH
👁 8 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

OKU TIMUR, Gesahannusantara — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat jajaran Polres Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Polda Sumatera Selatan. Sepanjang Juli hingga Agustus 2026, sebanyak 116 potensi titik api berhasil diantisipasi melalui kegiatan pemantauan dan penanganan dini di sejumlah wilayah rawan.

Pencegahan tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, BPBD Kabupaten OKU Timur hingga stakeholder terkait. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat deteksi potensi kebakaran sekaligus mencegah api berkembang dan meluas ke kawasan lainnya.

Sejumlah kecamatan menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut karena memiliki potensi kerawanan Karhutla. Wilayah itu meliputi Kecamatan Madang Suku I, Belitang II, Martapura, Buay Madang, Madang Suku II serta Semendawai Suku III.

Personel gabungan secara berkala melakukan patroli di lapangan untuk memantau kondisi wilayah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Upaya pencegahan juga dilakukan melalui pemasangan spanduk di lokasi yang dinilai rawan serta penyampaian imbauan agar masyarakat tidak menggunakan metode pembakaran dalam membuka maupun membersihkan lahan.

Kapolres OKU Timur AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang selama ini bersama-sama melakukan pencegahan Karhutla.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kita berhasil mencegah 116 titik api. Capaian ini tidak lepas dari sinergitas seluruh pihak di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara.

Menurut Kapolres, upaya pencegahan dan deteksi dini memiliki peran penting dalam penanganan Karhutla. Potensi kebakaran yang diketahui sejak awal dapat segera ditindaklanjuti sehingga risiko api meluas serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dapat ditekan.

Jajaran Polres OKU Timur juga memastikan pengawasan di kawasan rawan akan terus ditingkatkan. Patroli terpadu bersama unsur terkait akan dilakukan secara berkelanjutan, disertai pendekatan persuasif melalui edukasi kepada masyarakat.

“Polres OKU Timur akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah rawan Karhutla. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada kepolisian terdekat atau melalui Call Center 110,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan langkah pencegahan yang dilakukan Polres OKU Timur menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel dalam membangun sistem penanganan Karhutla yang mengutamakan deteksi dini dan kecepatan respons.

“Pencegahan 116 titik api menunjukkan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi dimulai dari deteksi dini, patroli, edukasi masyarakat dan sinergitas seluruh stakeholder. Polri akan terus hadir untuk memastikan potensi Karhutla dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumsel mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, TNI-Polri dan seluruh unsur terkait dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

0 Komentar