Polri

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung, Dua Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Oleh ARI ANSAYAH
👁 6 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

PALEMBANG, Gesahannusantara — Tim gabungan Ditpolairud Polda Sumatera Selatan, Basarnas, dan masyarakat menemukan dua korban yang jatuh dari tongkang di perairan Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian dilakukan secara intensif.

Korban berinisial S (60) dan D (17) ditemukan pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Tim kemudian mengevakuasi keduanya menggunakan kapal dan speedboat menuju Dermaga Ditpolairud Polda Sumsel.

Peristiwa itu terjadi sehari sebelumnya, Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, sebuah kapal tunda menarik tongkang bermuatan mobil truk dari Sungai Baung menuju Palembang.

Saat melintas di perairan dekat tambatan Sahril, seorang saksi yang berada di atas tongkang mendengar teriakan meminta pertolongan. Saksi kemudian melihat dua orang terjatuh ke sungai.

Ditpolairud Polda Sumsel bersama Basarnas langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan. Operasi kembali dilanjutkan secara intensif pada Sabtu pagi dengan apel kesiapan di Pangkalan Sandar Sei Baung sekitar pukul 06.30 WIB.

Tim gabungan menyisir alur Sungai Baung, terutama di sekitar lokasi kedua korban dilaporkan jatuh. Pencarian juga mendapat dukungan dari pihak kapal dan masyarakat setempat.

Upaya itu membuahkan hasil pada pukul 08.06 WIB. Salah satu kru kapal menemukan jasad S sekitar satu kilometer dari titik korban dilaporkan jatuh.

Petugas kemudian mengevakuasi jasad S ke kapal Basarnas. Tim melanjutkan pencarian terhadap korban kedua.

Sekitar pukul 10.50 WIB, tim menemukan jasad D mengapung tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama. Petugas langsung mengevakuasi jasad korban.

Kedua jenazah kemudian dibawa ke Dermaga Ditpolairud Polda Sumsel. Petugas selanjutnya merujuk jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani proses autopsi.

Pemeriksaan visual sementara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan kondisi dan penyebab kematian korban.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Heru Agung Nugroho, S.I.K., mengatakan jajarannya bersama unsur terkait bergerak cepat dalam penanganan kecelakaan air.

“Kami mengerahkan personel bersama tim gabungan secara optimal untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban. Kecepatan respons menjadi bagian penting dalam penanganan setiap musibah di wilayah perairan,” ujar Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K.

Ia mengimbau pengguna transportasi dan aktivitas perairan meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan. Penggunaan perlengkapan keselamatan yang sesuai juga perlu diperhatikan selama berada di kapal maupun tongkang.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penanganan kejadian itu menunjukkan kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Polda Sumatera Selatan bersama seluruh unsur terkait mengerahkan potensi yang ada untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban secara cepat. Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di wilayah perairan,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Penemuan kedua korban menunjukkan sinergi Polda Sumatera Selatan, Basarnas, dan masyarakat dalam menangani kecelakaan air. Tim gabungan mengoptimalkan pencarian dan evakuasi sebagai bagian dari penanganan kemanusiaan di wilayah perairan Sumatera Selatan.

(aa/nva)

0 Komentar