OLAHRAGA

Melinda Cup Jadi Ajang Adaptasi Aturan Baru dan Pacu Kepercayaan Diri Atlet Taekwondo Sumsel

Oleh Deva
👁 38 Views
💬 0 Komentar
⏱ 4 Menit Baca

PALEMBANG, gesahannusantara.com – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan menggelar kejuaraan Melinda Cup sebagai upaya menyosialisasikan penerapan peraturan baru sekaligus meningkatkan prestasi dan kepercayaan diri atlet, mulai dari kategori usia dini hingga tingkat kompetitif.

Ketua Umum Pengprov TI Sumsel, Hj. Meilinda, S.Sos., M.M., mengatakan kejuaraan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan para atlet memahami dan mampu beradaptasi dengan regulasi terbaru dalam pertandingan taekwondo.

Menurut Meilinda, masih banyak atlet yang belum memahami secara menyeluruh perubahan peraturan tersebut. Karena itu, kejuaraan menjadi sarana penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus membiasakan atlet menghadapi situasi pertandingan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Di TI Sumsel, kami memang biasa menggelar event. Karena ada peraturan baru yang belum banyak diketahui atlet, kami mengadakan kejuaraan ini agar mereka bisa memahami dan menerapkannya saat bertanding,” ujar Meilinda.

Ia menjelaskan, penggunaan nama Melinda Cup dipilih sebagai identitas kejuaraan yang telah direncanakan sejak lama. Penyelenggaraan ini juga menjadi bagian dari upaya mengevaluasi kesiapan organisasi dalam menggelar kompetisi yang lebih besar pada masa mendatang.

Meilinda mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan rencana untuk kembali menggelar kejuaraan pada tahun depan. Bahkan, TI Sumsel membuka peluang menyelenggarakan kejuaraan bertaraf internasional sebagai bagian dari pengembangan olahraga taekwondo di daerah.

Namun, menurutnya, penyelenggaraan event secara bertahap tetap diperlukan untuk membangun pengalaman dan memastikan kesiapan atlet maupun penyelenggara.

Ia menyebut Melinda Cup berada pada kategori atau grade C. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan yang dapat dimanfaatkan atlet untuk mengukur kemampuan, meningkatkan jam terbang, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.

Selain penerapan regulasi baru, Meilinda menegaskan bahwa peningkatan rasa percaya diri atlet menjadi salah satu perhatian utama dalam pembinaan taekwondo di Sumatera Selatan.

Pengalaman mendampingi atlet mengikuti kejuaraan tingkat nasional membuatnya melihat bahwa kemampuan teknik saja belum cukup untuk menunjang prestasi. Atlet juga membutuhkan mental bertanding yang kuat agar mampu menunjukkan kemampuan terbaik ketika berhadapan dengan lawan.

“Saat mendampingi anak-anak mengikuti kejuaraan tingkat nasional, satu hal yang saya tangkap adalah rasa percaya diri mereka masih kurang. Karena itu, kami mengadakan berbagai kejuaraan agar anak-anak semakin percaya diri,” katanya.

Menurut Meilinda, keberanian tampil di arena pertandingan perlu dibangun sejak usia dini. Oleh karena itu, pembinaan tidak hanya berfokus pada atlet yang sudah berpengalaman, tetapi juga memberikan kesempatan kepada atlet pemula untuk mengenal atmosfer kompetisi.

Ia menilai, pengalaman bertanding sejak usia muda dapat membantu atlet membangun mental, kedisiplinan, serta kemampuan mengendalikan diri ketika menghadapi tekanan pertandingan.

“Pembinaan harus dimulai dari usia pemula, bahkan anak-anak yang masih kecil, mulai sekitar usia enam tahun. Mereka perlu mendapatkan pengalaman agar semakin siap dan percaya diri,” ujarnya.

Terkait jumlah peserta, Meilinda menyampaikan bahwa data terperinci berada pada panitia pelaksana. Namun, ia menargetkan kejuaraan semacam ini dapat menjadi magnet bagi atlet dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dan meningkatkan kualitas persaingan.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, menurut Meilinda, peserta juga datang dari sejumlah daerah di luar Sumatera Selatan, di antaranya Lampung, Jambi, dan Bangka Belitung. Kehadiran atlet dari luar daerah dinilai dapat memperluas pengalaman bertanding sekaligus membuka kesempatan untuk saling mengukur kemampuan.

Ia berharap perkembangan taekwondo di Sumatera Selatan dapat berjalan seiring dengan kemajuan olahraga tersebut di tingkat nasional. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang rutin, atlet daerah diharapkan mampu bersaing serta tidak tertinggal dari atlet provinsi lain.

“Harapan kami, taekwondo semakin maju, terutama di Sumatera Selatan. Taekwondo di Indonesia sedang berkembang, sehingga Sumsel jangan sampai ketinggalan,” tegasnya.

Meilinda juga mengingatkan para atlet agar menjadikan disiplin dan konsistensi latihan sebagai fondasi utama dalam mengejar prestasi. Menurutnya, keberhasilan di arena pertandingan tidak dapat diraih hanya dengan mengandalkan bakat, tetapi membutuhkan kerja keras dan latihan yang berkesinambungan.

“Yang pasti, atlet harus disiplin dan semangat berlatih. Tanpa latihan, kita tidak mungkin bisa berprestasi,” pungkasnya.

Melalui Melinda Cup, TI Sumsel berharap pembinaan atlet semakin terarah, pemahaman terhadap regulasi pertandingan semakin baik, serta lahir atlet-atlet muda yang memiliki kemampuan teknik, mental kuat, dan kepercayaan diri untuk membawa nama Sumatera Selatan ke tingkat nasional maupun internasional.

0 Komentar