BERITA

Polisi Sumsel Tangkap 10,6 Ton Sabu dari Aceh, Diselundupkan di Tangki Bensin Mobil

Oleh ARI ANSAYAH
👁 1 Views
💬 0 Komentar
3 Menit Baca

Gesahannusantara – Sebuah operasi gabungan antara Ditresnarkoba Polda Sumatera Selatan dan Satresnarkoba Polrestabes Palembang berhasil menghentikan penyelundupan narkotika berskala besar. Pada hari Sabtu, 11 Juni 2026, tim kepolisian menegakkan 10.583 kilogram sabu berkualitas tinggi yang diduga akan dikirim dari Aceh ke Nusa Tenggara Barat. Barang haram senilai miliaran rupiah ini tersembunyi di dalam tangki bahan bakar mobil Toyota Camry silver yang melintas di wilayah hukum Sumsel.

Operasi senyap ini dipimpin oleh Kasatresnarkoba Polrestabes Palembang, Kompol Faisal Manalu, dan tim IT. Dalam proses penyelidikan, dua tersangka berinisial BA dan HB dipegang dan barang bukti diselamatkan. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi bandar narkoba yang mencoba menjadikan wilayah Sumsel sebagai jalur distribusi. “Ini adalah bukti nyata bahwa jaringan narkoba semakin nekat dengan berbagai modus operandi baru,” ujarnya kepada 24detik.id pada hari itu.

Kombes Yulian menambahkan bahwa ketajaman insting dan kerja keras tim di lapangan berhasil membongkar taktik mereka yang menyembunyikan barang bukti di dalam tangki BBM. Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus memutus mata rantai jaringan narkotika sampai ke akar-akarnya. “Tidak ada tempat aman bagi mereka di Sumsel,” tegasnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Wijaya Mukmin, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan joint operation ini. Ia menyatakan bahwa pengungkapan ini merupakan peringatan keras bagi para pelaku kejahatan narkotika. “Kami tidak akan berkompromi,” ujarnya.

Kombes Nandang juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas peran aktifnya dalam memberikan informasi. Ia menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama, dan Polri akan terus meningkatkan kewaspadaan di seluruh jalur lintas provinsi. Hingga saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti sabu seberat 10.583 kilogram telah diamankan di Mapolrestabes Palembang guna proses penyidikan intensif. Pihak kepolisian kini tengah melakukan pengembangan kasus untuk membongkar sindikat besar di balik pengiriman narkotika lintas pulau tersebut.

Operasi ini menandai langkah penting dalam upaya Polri memerangi penyelundupan narkotika lintas provinsi. Dengan menegakkan barang narkotika yang cukup besar, polisi berharap dapat mengurangi pasokan sabu di pasar gelap dan melindungi generasi muda dari dampak buruk narkoba. Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka akan terus memantau jalur distribusi narkotika di wilayah Sumsel dan sekitarnya.

Keberhasilan operasi ini juga menunjukkan efektivitas kerja sama antara unit-unit kepolisian di tingkat daerah dan pusat. Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Satresnarkoba Polrestabes Palembang bekerja secara sinergis, memanfaatkan intelijen dan teknologi untuk mengidentifikasi dan menegakkan penyelundup. Langkah ini diharapkan dapat memberikan contoh bagi operasi serupa di wilayah lain.

Di sisi lain, penyelundupan narkotika lintas provinsi tetap menjadi tantangan bagi aparat. Meskipun operasi ini berhasil menghentikan satu jalur distribusi, jaringan narkotika masih memiliki jaringan yang luas dan mampu beradaptasi. Oleh karena itu, Polri menekankan perlunya peningkatan kapasitas, pelatihan, dan penggunaan teknologi canggih dalam memerangi kejahatan narkotika.

Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan. Melalui sistem pelaporan online dan hotline, masyarakat dapat membantu memblokir jalur distribusi narkotika. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat dianggap kunci dalam menjaga keamanan dan kesehatan generasi muda.

Dengan penegakan hukum yang tegas, diharapkan penyelundupan narkotika lintas provinsi dapat ditekan. Operasi ini menjadi bukti bahwa Polri bersedia menindak tegas para pelaku kejahatan narkotika. Sementara itu, generasi muda dapat lebih aman dari dampak buruk narkoba. Penegakan hukum yang konsisten dan kerja sama lintas wilayah akan terus menjadi fokus utama Polri dalam memerangi penyelundupan narkotika di Indonesia.

Disclaimer

Artikel ini disadur dan disusun ulang oleh Gesahan Nusantara berdasarkan sumber: 24detik.id, tanpa mengubah fakta utama dari artikel asli.

(aa/nva)

0 Komentar