OKU, gesahannusantara.com — Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) membagikan masker kepada pelajar dan masyarakat sebagai langkah preventif untuk melindungi kesehatan warga dari dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan pembagian masker tersebut dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026) mulai pukul 06.30 WIB hingga 12.40 WIB. Penyaluran dilakukan di sejumlah titik, di antaranya SDN 1, MAN 1, Masjid Baiturrahim Bakung, SDN 11 dan Masjid Assajdah Lintas, SD Al Azhar Sukajadi, serta Masjid Islamic Center.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., didampingi Wakapolres OKU Kompol Hendro Suwarno, S.H., para pejabat utama (PJU), Bhayangkari, Seksi Dokkes Polres OKU, serta personel Polres OKU.
Pembagian masker menyasar para pelajar maupun masyarakat yang memiliki aktivitas cukup tinggi di luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap kondisi kesehatan masyarakat di tengah kualitas udara yang terdampak asap karhutla.
Kapolres OKU bersama jajaran tidak hanya menyerahkan masker, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk paparan asap. Penggunaan masker dinilai penting, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla secara menyeluruh. Selain memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran, jajaran kepolisian turut memberikan perhatian terhadap dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker saat berada di luar ruangan, khususnya ketika kondisi udara dipenuhi asap. Warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga kondisi tubuh dan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Paparan asap karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Sejumlah keluhan yang umum muncul antara lain batuk kering maupun berdahak, tenggorokan terasa kering dan tidak nyaman, hingga gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Melalui kegiatan tersebut, Polres OKU berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak asap karhutla. Upaya perlindungan diri juga diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Polres OKU menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman dan pencegahan kebakaran, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak, termasuk dari sisi kesehatan.
0 Komentar