HUKUM

Pria 20 Tahun Tewas Disabet Egrek Usai Pertikaian di Sungai Lilin Muba

Oleh ARI ANSAYAH
👁 0 Views
💬 0 Komentar
2 Menit Baca

MUSI BANYUASIN, GesahanNusantara.com — Pertikaian dua pria di depan warung manisan di Jalan Puskesmas, Kelurahan Sungai Lilin, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), berujung maut.

MK (20) tewas di lokasi setelah mengalami luka robek parah pada bagian perut akibat sabetan egrek, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam kejadian tersebut, polisi mengamankan SM (22), yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. SM juga mengalami luka robek pada bagian kepala dan masih menjalani perawatan medis.

Kapolsek Sungai Lilin IPTU Marlin melalui Kasi Humas Polres Muba AKP S Hutahaean mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula ketika korban, tersangka dan sejumlah saksi sedang berkumpul di depan warung manisan milik Icap.

Saat itu, tersangka meminta korban mengantarkannya pulang menggunakan sepeda motor milik korban. Namun, permintaan tersebut ditolak.

“Awalnya tersangka meminta korban mengantarkannya pulang menggunakan sepeda motor, tetapi korban menolak. Diduga karena ucapan yang disampaikan korban membuat tersangka tersinggung,” kata Hutahaean, Senin (31/8/2026).

Setelah itu, tersangka sempat merangkul korban dan meminta korban meninggalkan lokasi. Korban kemudian pergi dari tempat tersebut.

Namun, tidak lama kemudian korban kembali menggunakan sepeda motor sambil membawa satu unit egrek berwarna kuning silver.

Menurut Hutahaean, korban kemudian mengayunkan egrek tersebut ke arah tersangka hingga mengenai bagian kepala dan menyebabkan luka robek.

“Korban kemudian mengayunkan egrek tersebut ke arah tersangka hingga mengenai bagian kepala. Tersangka mengalami luka robek dan mengeluarkan darah,” ujarnya.

Setelah menyerang tersangka, korban sempat hendak melarikan diri. Namun, korban terjatuh hingga egrek yang dibawanya terlepas.

Melihat egrek tersebut terjatuh, tersangka mengejar korban dan mengambil benda tajam itu. Egrek kemudian diayunkan satu kali ke arah perut korban.

“Akibat sabetan tersebut, perut korban mengalami luka robek parah. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Setelah kejadian, tersangka melarikan diri dari lokasi,” ungkapnya.

Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Sungai Lilin langsung melakukan pengejaran. Tersangka akhirnya berhasil diamankan dan saat ini masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu unit egrek berwarna kuning silver, satu helai kaos berkerah warna hitam milik korban yang terdapat noda darah, serta satu helai celana jeans warna hitam milik korban.

“Untuk penyelidikan saat ini masih terus dilakukan oleh Polsek Sungai Lilin,” jelas Hutahaean.

0 Komentar