Kepolisian

Pedagang Panik, Api Lahap Rumah dan Kios di Pasar Suak Batu Palembang

Oleh Zulkarnain
👁 4 Views
💬 0 Komentar
⏱ 3 Menit Baca

 

PALEMBANG – Suasana Pasar Suak Batu, Jalan Muhajirin, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, mendadak berubah mencekam. Kobaran api yang muncul dari salah satu rumah warga merembet ke bangunan di sekitarnya, hingga membuat sejumlah pedagang panik menyelamatkan diri dan barang dagangan.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB itu menghanguskan sedikitnya dua rumah dan sejumlah kios milik pedagang. Api yang terus membesar diperparah oleh tiupan angin kencang sehingga dengan cepat merembet ke bangunan lain.

Informasi yang dihimpun, api pertama kali muncul dari rumah Nadiroh (55). Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke rumah Rizal yang berada tepat di sebelahnya. Kepanikan pun tak terhindarkan ketika salah seorang pedagang berteriak meminta pertolongan setelah melihat api semakin membesar.

Warga yang berada di sekitar lokasi berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut belum mampu mengendalikan kobaran api yang terus membesar.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Palembang yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi dengan mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran dan dua kendaraan penyelamat atau rescue.

Dalam waktu kurang dari satu jam, api berhasil dipadamkan. Namun, dua rumah semi permanen dan sejumlah kios pedagang telanjur hangus terbakar.

Salah seorang korban, Rizal, mengatakan saat kebakaran terjadi, rumahnya dan rumah mertuanya dalam keadaan kosong. Mereka sedang berjualan di kios yang berada di bagian depan, tidak jauh dari Jalan Muhajirin.

Rizal baru mengetahui rumahnya terbakar setelah mendapat informasi dari warga. Saat tiba di lokasi, api ternyata sudah merembet dari rumah mertuanya ke rumah miliknya yang berdampingan.

“Kami semua jualan di depan. Kami tidak tahu apa penyebab kebakaran, tetapi api itu muncul dari arah rumah mertua saya dan merembet ke rumah saya yang bersebelahan,” ungkap Rizal.

Di tengah kepanikan, Rizal mengaku tidak mampu berbuat banyak untuk menyelamatkan harta bendanya. Ia hanya bisa mengumpulkan puing-puing kebakaran dan mencari sejumlah dokumen penting yang mungkin masih tersisa, termasuk ijazah miliknya.

Sementara itu, Kasi Pemadaman Damkar Palembang, M Ardiansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.47 WIB. Petugas kemudian bergerak melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.00 WIB.

“Dari insiden itu, ada dua rumah yang terbakar dan sejumlah kios milik pedagang yang ikut terbakar,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, Ardiansyah mengatakan dugaan sementara masih perlu diselidiki. Korsleting listrik menjadi salah satu kemungkinan, tetapi kepastian penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

“Untuk penyebab munculnya api bisa jadi dari korsleting listrik dan lainnya. Saat ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” katanya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material bagi warga dan pedagang yang terdampak. Sementara itu, petugas telah melakukan pemadaman dan memastikan api tidak kembali menyala.(Zul)

0 Komentar