Polri

Petani OKU Kini Tak Bergantung Cuaca, Polres OKU Resmikan Dryer Jagung Berkapasitas 5 Ton

Oleh ARI ANSAYAH
šŸ‘ 27 Views
šŸ’¬ 0 Komentar
ā± 3 Menit Baca

BATURAJA, Gesahannusantara— Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (Polres OKU) terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Langkah tersebut diwujudkan dengan meresmikan mesin pengering jagung (dryer) berkapasitas 5 ton di Desa Tegal Arum, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sabtu (22/8/2026).

Peresmian yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., dan dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten OKU, jajaran kepolisian, TNI, penyuluh pertanian, serta para pemangku kepentingan di bidang ketahanan pangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi Polri bersama pemerintah daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya penguatan ketahanan pangan dan upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

Kehadiran mesin pengering jagung berkapasitas 5 ton tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi para petani, terutama dalam proses pascapanen. Fasilitas ini memungkinkan hasil panen jagung dikeringkan secara lebih cepat, merata dan efisien tanpa sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

Teknologi dryer juga membantu menurunkan kadar air jagung secara optimal sehingga kualitas hasil panen dapat lebih terjaga. Dengan kualitas yang lebih baik, hasil produksi diharapkan memiliki daya saing dan nilai jual yang semakin tinggi, sekaligus mengurangi potensi kerugian petani akibat keterlambatan proses pengeringan.

Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan tidak hanya dilakukan pada tahap produksi, tetapi juga mencakup penguatan sektor pascapanen agar hasil pertanian masyarakat dapat memberikan manfaat ekonomi yang maksimal.

ā€œFasilitas ini merupakan bentuk sinergi dan kepedulian bersama dalam mendukung para petani. Dengan adanya mesin pengering ini, proses pascapanen dapat dilakukan lebih cepat dan tidak terlalu bergantung pada cuaca, sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga dan nilai ekonominya dapat meningkat,ā€ ujar Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dinas terkait, penyuluh pertanian dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

ā€œPolri akan terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. Harapannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,ā€ tambahnya.

Peresmian tersebut turut dihadiri Asisten II Pemerintah Kabupaten OKU yang mewakili Bupati OKU, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU, Kepala Bulog OKU, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten OKU, Kepala Kejaksaan Negeri OKU, Kepala BPS Kabupaten OKU, Lurah Spancar Lawang Kulon, Kepala Lingkungan Tegal Arum, para Kepala BPP Kabupaten OKU, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Baturaja Timur, Ketua Bhayangkari Cabang OKU, Babinsa Koramil Kota, Kabag SDM Polres OKU, Kabag Ops Polres OKU, Kasat Binmas Polres OKU, Kapolsek Baturaja Timur, Kanit Binmas Polsek Baturaja Timur serta para Bhabinkamtibmas.

Sinergi lintas sektor tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tenaga penyuluh hingga masyarakat dan kelompok tani.

Melalui pengoperasian mesin dryer ini, Polres OKU berharap produktivitas dan kualitas hasil pertanian masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendorong terciptanya rantai produksi pangan yang lebih efisien dari tingkat desa.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mengambil peran strategis dalam mendukung agenda nasional, khususnya penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani dan terwujudnya swasembada pangan.

0 Komentar