PALEMBANG, Gesahannusantara.com — Pertemuan antara seorang pria berinisial WS dan mantan pacarnya, Wulan, di area parkir RSUD Siti Fatimah Az-Zahra, Palembang, berujung dugaan penyiraman air keras. Wulan mengalami luka bakar serius setelah cairan yang disebut polisi sebagai asam sulfat disiramkan ke tubuhnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di area parkir RSUD Siti Fatimah Az-Zahra, Jalan Kolonel Haji Burlian, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Polres OKU Selatan Gerebek Losmen, Amankan Pengedar Sabu dengan 3,95 Gram Barang Bukti
Sebelum kejadian, Wulan dan WS disebut bertemu di lokasi. Keduanya kemudian terlibat percekcokan yang diduga berkaitan dengan hubungan asmara mereka yang telah berakhir.
Menurut polisi, WS membawa cairan asam sulfat atau cuka para yang sebelumnya dibawanya dari dusun. Cairan tersebut kemudian diduga disiramkan ke arah Wulan.
Serangan itu menyebabkan Wulan mengalami luka bakar serius. Luka terdapat pada bagian punggung hingga pinggang, serta mengenai pipi kanan dan menjalar sampai telinga kanan.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh orang tua korban, Tina, ke SPKT Polsek Sukarami. Laporan tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Nomor STTL/LP/IX/2026/SPKT/POLSEK SUKARAMI/POLRESTABES PALEMBANG/POLDA SUMSEL.
Setelah menerima laporan, Tim Opsnal Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Unit Reskrim Polsek Sukarami melakukan pencarian terhadap WS.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP M. Jedi mengatakan pihaknya membackup Unit Reskrim Polsek Sukarami dalam proses pencarian terhadap terduga pelaku.
Empat hari setelah kejadian, WS akhirnya diamankan tanpa perlawanan. Polisi menangkapnya di kediamannya di Tanjung Sejaro, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu (30/9/2026) sore.
Polisi masih mendalami motif serta rangkaian lengkap kejadian tersebut. WS dijerat Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait dugaan tindak pidana penganiayaan berat.
Kasus ini masih dalam proses penanganan kepolisian, sementara penyidik terus melakukan pemeriksaan untuk mengungkap secara utuh peristiwa penyiraman air keras tersebut.

0 Komentar