PALEMBANG, gesahannusantara.com — SMA Negeri 22 Palembang terus memperkuat kesiapan akademik para siswanya dalam menghadapi berbagai seleksi nasional. Di tengah dinamika kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tetap mengutamakan faktor kesehatan serta keselamatan warga sekolah, pihak sekolah menegaskan konsistensinya dalam menyelenggarakan rangkaian asesmen dan ujian menggunakan sistem berbasis komputer (Computer-Based Test).
Waka Kurikulum SMAN 22 Palembang, Anwar Sadat, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa peralihan metode ujian dari gawai berbasis Android ke komputer didasarkan pada hasil evaluasi mendalam serta orientasi jangka panjang bagi siswa.
“Setelah kita kaji ulang, penggunaan android itu memiliki beberapa kelemahan. Ketika anak-anak keluar nanti menghadapi SNBT atau ujian dari dinas, sistem yang digunakan semuanya berbasis komputer. Oleh karena itu, mulai semester lalu kami beralih menggunakan ujian berbasis komputer,” ujar Anwar Sadat.
Meskipun konsekuensinya membutuhkan durasi waktu pelaksanaan yang lebih panjang—yakni memakan waktu satu minggu per jenjang atau total tiga minggu dalam satu semester—langkah ini dinilai sangat krusial agar siswa terbiasa dengan format asesmen resmi yang akan dihadapi di masa depan.
Jadwal Bertahap dan Persiapan Menghadapi TKA
Pelaksanaan ujian berbasis komputer di SMAN 22 Palembang diatur secara terjadwal per jenjang kelas untuk memastikan kelancaran teknis:
* 7 – 11 September: Pelaksanaan untuk siswa kelas 12.
* 14 – 18 September: Pelaksanaan untuk siswa kelas 11.
* 21 – 24 September: Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
* 28 September – 2 Oktober: Pelaksanaan untuk siswa kelas 10.
Terkait persiapan khusus menghadapi TKA, pihak sekolah tidak menggelar bimbingan belajar khusus, melainkan membimbing siswa untuk proaktif belajar secara mandiri. “TKA itu tidak melakukan bimbingan belajar, namun anak-anak kita arahkan untuk membahas soal-soal TKA tahun-tahun kemarin, mengikuti regulasi dari kementerian, sudah mengikuti geladi bersih,” terang Anwar. Geladi bersih dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 18 Oktober, sebelum pelaksanaan resmi TKA dimulai pada 26 Oktober mendatang.
Penyesuaian Sasaran Asesmen dan Target Kelulusan PTN
Anwar Sadat juga memaparkan adanya penggabungan sasaran asesmen tahun ini, di mana Asesmen Nasional (AN) dan TKA digabungkan dan dipusatkan pada siswa kelas 12, sehingga proses pelaksanaannya dirancang lebih komprehensif.
Dari sisi penyerapan lulusan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), SMAN 22 Palembang mencatat tren kualitas yang kian meningkat. Meskipun secara jumlah mengalami dinamika, pilihan rumpun studi siswa dinilai semakin matang, dengan tingginya minat pada bidang teknik. Untuk tahun ini, pihak sekolah mematok target yang lebih tinggi. “Harapan kami yang pertama, pilihan yang dipilih anak-anak itu lebih bagus lagi. Kalau bisa, sudah berapa lama anak tidak tembus kedokteran, harapan tahun ini bisa tembus kedokteran,” ungkapnya penuh optimisme.
Penyesuaian KBM di Tengah Situasi Terbatas
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 22 Palembang tetap berjalan dengan penyesuaian yang proporsional demi menjaga keselamatan bersama tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. Sebelum menerapkan sistem pembelajaran terbatas saat ini, guru-guru sempat menjalankan pengajaran langsung dari sekolah (PTT). Kini, durasi pertemuan dikurangi dan disesuaikan dengan arahan yang berlaku, yakni sekitar 30 menit per jam pelajaran, guna memastikan seluruh proses pembelajaran tetap berjalan efektif dan aman bagi guru, pegawai, maupun siswa.

0 Komentar